Breaking News
Memuat breaking news...

Konsistensi Bauran Kebijakan Hasilkan Inflasi Ke Dalam Sasaran 

Redaksi
Redaksi
Rabu, 2 Agustus 2023 - 2.59 PM WIB
Konsistensi Bauran Kebijakan Hasilkan Inflasi Ke Dalam Sasaran 
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, konsistensi bauran kebijakan fiskal sebagai shock absorber dan kebijakan moneter telah memberikan hasil positif kembalinya pergerakan inflasi ke dalam sasaran.

"Ini tidak terlepas dari eratnya sinergi pengendalian inflasi pangan antara BI dan Pemerintah Pusat maupun Daerah dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID)," ungkapnya usai rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di kutip, Rabu (2/8/2023)

Dengan perkembangan tersebut, menurutnya, inflasi diprakirakan dapat tetap terkendali dalam kisaran 3,0±1 persen pada sisa tahun 2023 dan 2,5±1 persen pada 2024.

Berbagai kebijakan pemerintah di antaranya intervensi harga dan stabilitasi pasokan, dukungan pemerintah dalam bentuk bantuan pangan, upaya fasilitasi dan pengawasan distribusi.

Dibarengi upaya penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah mampu mendorong tingkat inflasi volatile food turun menjadi 1,20 persen yoy.

Hasil rapat KSSK menyatakan, inflasi kembali berada dalam sasaran 3,0±1 persen, dan inflasi inti terus melambat menjadi 2,58 persen (yoy). Menkeu selaku Ketua KSSK menilai, hal itu bahkan lebih cepat dari perkiraan.

"Sisi inflasi, inflasi kembali masuk dalam sasaran target yang selama ini di bahas. dan adjustment menuju level sasaran lebih cepat dari perkiraan," katanya.

Dimana inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) turun dari 4,97 persen yoy pada triwulan I 2023 menjadi 3,52 persen yoy pada triwulan II 2023.

"Ini masuk dalam sasaran yang selama ini dibahas, yang 3+-1. Inflasi inti melambat di 2,58 persen," jelas Menkeu.

Jeadaan yersebut, sambungnya, dipengaruhi oleh nilai tukar yang stabil, harga komoditas yang ter normalisasi, dan dampak lanjutan dari inflasi volatile food yang makin terkendali, serta terkendalinya ekspektasi inflasi.

"Selain itu, inflasi kelompok administered prices juga menurun menjadi 9,21 persen (yoy) seiring dengan pengelolaan harga energi domestik yang baik," terang Menkeu.

Sementara Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) di triwulan II tahun 2023 terus terjaga di tengah dinamika perekonomian dan pasar keuangan global.

Perkembangan ini seiring dengan kondisi perekonomian dan sistem keuangan domestik yang resilien serta didukung koordinasi KSSK yang terus diperkuat.

KSSK berkomitmen untuk melanjutkan penguatan koordinasi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan risiko global ke depan, termasuk rambatannya pada perekonomian dan sektor keuangan domestik. (J03)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement