Breaking News
Memuat breaking news...

Konsolidasi Partai Koalisi, Amin Harus Menang Besar di Sumut

Redaksi
Redaksi
Jumat, 1 Desember 2023 - 10.14 AM WIB
Konsolidasi Partai Koalisi, Amin Harus Menang Besar di Sumut
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Pasangan Capres/Cawapres, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) menyebutkan, pasangan Amin harus menang besar pada pemilihan presiden 2024. Pasangan ini ditargetkan harus menang 1 putaran, khususnya di Sumatera Utara (Sumut).
Demikian dikatakan Penasehat Tim Kampanye Nasional Amin, Iskandar ST saat Konsolidasi Pengurus Tim Kampanye Daerah Sumatera Utara yang berlangsung di DPW Partai NasDem Sumut, Rabu sore (29/11/2023)

"Kita sudah ditargetkan, pasangan Amin harus menang besar. Tidak boleh menang tipis. Terutama untuk di Sumatera Utara sehingga pasangan Amin bisa menang 1 putaran. Arti 1 putaran adalah meraih suara 50 persen plus 1," kata Iskandar.
Namun Iskandar mengingatkan, kemenangan pasangan Amin hanya bisa diraih jika Pilpres berjalan jujur, adil dan netral. Karena itu, sambung Iskandar, para pengurus TKD harus mengawal dan menjaga suara Amin sampai di tingkat paling bawah.
Iskandar menjelaskan, Pemilu 2024 ini, khususnya Pilpres sedang diwarnai situasi yang mencoret demokrasi. Antara lain, kampanye hitam, money politik dan indikasi ketidaknetralan oknum penyelenggara, pengawas maupun penegak hukum.

Iskandar mengajak semua tim untuk solid dan tidak sungkan melaporkan jika ada menemukan kecurangan-kecurangan, baik menjelang maupun saat Pilpres 2024

Ketua TKD pasangan Amin di Sumut Edy Rahmayadi mengakui seandainya terbawa emosional, Edy Rahmayadi seharusnya memilih calon No 2. Namun Edy mengaku ingin ada perubahan dan yang punya tagline itu adalah No 1. Edy mengaku, dia mau mendukung pasangan Amin karena ingin mengubah kondisi sosial yang mencakup berbagai aspek di dalamnya.
Yang mau dirubah itu adalah pertama adalah ideologi. Kita ingin mengembalikan Pancasila. Kedua, politik. Bagaimana mau bicara politik jika MK saja bisa diatur-atur. Belum lagi ekonomi yang saat ini hanya 4 persen. Pemerataan pembangunan juga tak merata," kata Edy.

Edy juga menyinggung soal budaya yang menurutnya sudah tak jelas. Selain itu, keamanan juga harus dirubah, karena situasi sekarang, menurut Edy semakin tak nyaman.

Dalam kesempatan itu juga hadir Ketua DPW PKS Sumut Usman Djafar; Ketua Partai Ummat Sumut Batanghari Nasution ; perwakilan Ketua PKB Sumut. Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPW Sumut Salman Ginting ; Sekretaris DPW NasDem Sumut Syarwani dan para pengurus lainnya.(m28)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement