Breaking News
Memuat breaking news...

Korban Banjir Sumbar Terus Bertambah, DPD Minta Percepat Pulihkan Akses Transportasi

Redaksi
Redaksi
Selasa, 14 Mei 2024 - 4.57 PM WIB
Korban Banjir Sumbar Terus Bertambah, DPD Minta Percepat Pulihkan Akses Transportasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin meminta Pemerintah mempercepat pemulihan akses transportasi darat untuk penanganan korban banjir lahar dingin dan tanah longsor di beberapa kabupaten di Sumatera Barat (Sumbar).

Dia mengungkapkan bahwa saat ini enam kabupaten dan kota di Sumbar, tengah mengalami kelumpuhan akses transportasi darat. Pemerintah pusat dan daerah serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) harus mengalihkan semua perhatiannya secara serius kepada para korban di daerah bencana tersebut.

"Atas nama DPD kami menyampaikan duka yang mendalam kepada para korban banjir lahar dingin dan tanah longsor di Sumbar. Kami harap pemerintah lebih tanggap menangani situasi di sana secara intensif", ujar Sultan melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Selasa (14/5/2024).

Menurutnya, bencana alam yang terjadi di Sumbar cukup kompleks dan jarang terjadi. Karena terdapat beberapa jenis bencana alam yang terjadi sekaligus, yakni bajir lahar dingin dan tanah longsor.

"Kami harap semua pihak terkait untuk terus berupaya keras memulihkan akses jalan yang menghubungkan semua daerah terdampak. Sehingga Pemerintah segera menyalurkan bantuan bahan pangan dan pakaian serta obat-obatan bagi para korban yang selamat", tegas mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu.

Lebih lanjut, Sultan berharap agar semua korban yang masih tertimbun dan hilang segera ditemukan. Pemerintah dan BNPB juga perlu mengantisipasi longsor dan banjir susulan yang berpotensi kembali terjadi.

Menurut laporan BNPB, jumlah korban meninggal dunia terdampak banjir lahar dingin dan tanah longsor yang menerjang 6 kabupaten dan kota di Sumbar terus bertambah. Hingga kini tercatat sebanyak 50 orang korban meninggal dunia. (J05)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement