Breaking News
Memuat breaking news...

Korban 'Gas Beracun' Tak Bisa Berdiri

Redaksi
Redaksi
Senin, 3 Oktober 2022 - 9.40 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

PANYABUNGAN (Waspada): Bocah berusia empat tahun insiden 'gas beracun', yang biasanya berjalan seperti biasa, terpaksa harus dibopong duduk di luar rumah, kemarin. Na'uzdubillah.

Warga Kec. Puncak Gunung Marapi, Kab. Mandailing Natal, harus dibopong karena sang bocah tak kuasa mengangkatkan kaki.

"Putri saya tak bisa berjalan. Lemas. Dirawat di RSUD Panyabungan, satu hari dirawat di rumah sakit," ujar Zubaidah, 34, ibu sang bocah masih batuk-batuk mengeluarkan darah.

Ketika dikonfirmasi, Dirut RSUD Panyabungan dr Rusli Pulungan, SP, THT-KL dijumpai Waspada di rumah sakit, Senin (3/10).

"Yang tahu persis pengobatan dilakukan dokter bersangkutan. Pasien pulang kalau memang sudah dinyatakan sehat," ujar dr Rusli Pulungan, satu-satunya dokter paru di RSUD Panyabungan.

Sedangkan dr Ditho Atos P. Daulay, M.Ked (Ped), Sp.A, [dokter yang menangani sang bocah] mengatakan, pasien dirawat sehari-semalam. Pasien dinyatakan sembuh dan bisa pulang ke rumah masing-masing.

Pantauan Waspada di lokasi, kemarin, belum semua 100 persen sembuh, masih ada yang batuk-batuk, pusing, selain ibu-anak batuk-batuk mengeluarkan darah dan bisa berdiri. Belum mendapat pengobatan.

Konfirmasi

Ketika dikonfirmasi terkait berita waspada.id berjudul Korban 'Gas Beracun' Batuk Darah, pihak PT SMGP menjelaskan, semua penyebab masih diduga, dan masih dalam investigasi resmi EBTKE-Polda Sumut.

waspada.id menjelaskan ke pihak PT SMGP, melihat langsung di lapangan. Ada menderita batuk-batuk mengeluarkan darah, ada anak-anak sudah pulang dari rumahsakit masih lemas tak bisa berdiri.

"Diagnosa/hasil pemeriksaan dari tim medis apa/dari mana Pak?," ujar Yani Siskartika men-chat waspada.id. (irh)

Foto: PT SMGP. Waspada/dok

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement