Breaking News
Memuat breaking news...

Korban Ledakan Gas Bumi PGN Masih Kritis, Dipindah Ke RS Bhayangkara

Redaksi
Redaksi
Rabu, 17 Januari 2024 - 5.05 PM WIB
Korban Ledakan Gas Bumi PGN Masih Kritis, Dipindah Ke RS Bhayangkara
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Korban ledakan pipa gas bumi di Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Kota masih dalam kondisi kritis. Setelah sempat dirawat intensif di RSUD Dr Pirngadi Medan, korban dipindahkan ke RSU Bhayangkara Medan, Rabu (17/1).

Sebelumnya, Kapolrestabes Medan menyatakan satu orang menjadi korban ledakan gas bumi yang terjadi di eks gedung Rumah Makan Famili Jl. Sisingamangaraja, Senin (15/1) dini hari.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Teddy John Marbun mengatakan korban ledakan berinisial R alias A, 45, warga Kota Pematangsiantar.

“Untuk korban kita identifikasi berinisial R alias A usianya 45, merupakan warga Kota Pematangsiantar," katanya ketika dikonfirmasi, Selasa (16/1).

Teddy menjelaskan, Tim Laboratorium Forensik Polda Sumut masih mendalami penyebab ledakan yang juga merusak sejumlah bangunan di sekitarnya.

"Untuk penyebabnya belum bisa dipastikan karena masih dalam penyelidikan," kata dia.

Humas RSUD Dr Pirngadi Kota Medan Gibson Girsang, kemarin menyebutkan korban ledakan pipa gas mengalami luka bakar serius disekujur tubuh, dan masih kritis.

"Kondisi korban mengalami luka bakar berat dengan kondisi 80 persen," sebutnya mengatakan setelah dirawat di ruangan ICU RSUD Dr Pirngadi sejak Senin, korban pada Rabu (17/1) dipindahkan ke RSU Bhayangkara.(m10)

Waspada/Ist
Korban ledakan pipa gas PGN saat masih di lokasi ledakan.

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement