Breaking News
Memuat breaking news...

Kredit Secara Keseluruhan Tumbuh 11,28 Persen

Redaksi
Redaksi
Kamis, 21 Maret 2024 - 2.54 PM WIB
Kredit Secara Keseluruhan Tumbuh 11,28 Persen
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Bank Indonesia [BI] mencatat pada Februari 2024, kredit secara keseluruhan tumbuh tinggi sebesar 11,28 persen (yoy), terutama pada sektor pertanian, pertambangan, konstruksi, perdagangan, jasa sosial, dan jasa dunia usaha.

Dari sisi permintaan, pertumbuhan kredit didukung oleh kinerja rumah tangga dan korporasi [perusahaan] yang diprakirakan terus meningkat pascapemilu.

"Terlihat pada Februari 2024 pertumbuhan kredit investasi yang mulai meningkat tumbuh sebesar 11,82 persen secara year on year (yoy)," kata Gubernur BI, Perry Warjiyo pada Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur BI Bulan Maret 2024, di kutip Kamis [21/3/2024].

Berdasarkan kelompok penggunaan, lanjutnya, pertumbuhan kredit ditopang oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi masing-masing sebesar 11,82 persen (yoy), 12,04 persen (yoy), dan 9,70 persen (yoy).

"Dengan berbagai perkembangan tersebut, BI menyakini pertumbuhan ekonomi 2024 akan berada dalam kisaran 4,7 persen sampai dengan 5,5 persen," ujar Perry.

Dia mengatakan, kegiatan investasi mulai meningkat pasca pemilihan umum (pemilu), didukung dengan kinerja usaha korporasi yang terus membaik.

"Sekarang ini kami sudah lihat geliat investasi ini sudah mulai meningkat, terutama pada perusahaan-perusahaan yang memang mempunyai suatu kegiatan ekonomi, kegiatan bisnis yang terus meningkat seperti salesnya tinggi," tuturnya.

Perry menyampaikan, belanja modal (capital expenditure) dari perusahaan-perusahaan di sejumlah sektor juga sudah mulai meningkat, seperti sektor yang berkaitan dengan ekspor, hilirisasi minerba, makanan dan minuman, perdagangan besar, transportasi, komunikasi, hotel dan restoran.

"Beberapa waktu terakhir ini capital expenditure-nya sudah mulai meningkat. Ini menunjukkan pola wait and see dari perusahaan ini sebenarnya sudah berubah dari waktu-waktu terakhir ini," terangnya. (J03)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement