Breaking News
Memuat breaking news...

Kronologi Pemain Senegal Mogok Main Sebelum Juara Piala Afrika 2025

Redaksi
Redaksi
Senin, 19 Januari 2026 - 7.47 AM WIB
Kronologi Pemain Senegal Mogok Main Sebelum Juara Piala Afrika 2025
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Senegal sempat mogok main sebelum juara Piala Afrika 2025. AFP

RABAT (Waspada.id): Kesuksesan Senegal meraih gelar juara Piala Afrika 2025 di Stadion Prince Moulay Abdellah, diwarnai mogok main.

Skor pertandingan masih 0-0. Waktu normal alias 90 menit sudah habis. Masanya injurty time. Dalam sebuah serangan kilat, Senegal berhasil membobol gawang Maroko.

Namun, wasit Jean Jacquea Ndala tak mengesahkan gol tersebut. Wasit menilai gol Senegal diawali pelanggaran Abdoulaye Seck kepada Achraf Hakimi, bek Maroko.

Protes dilakukan pemain Senegal. Mereka meminta wasit meninjau video assistant referee (VAR). Namun wasit bergeming. Pertandingan akhirnya dilanjutkan kembali dengan normal.

Tak sampai dua menit berselang, Maroko mendapat penalti. Wasit Ndala meyakini El Hadji Diouf menjatuhkan Barhim Diaz di dalam kotak penalti. Diouf juga diganjar kartu kuning.

Terang saja keputusan ini berbuah protes. Kendati, jika dilihat dari siaran ulang, keputusan wasit sudah benar, karena Seck terlihat jelas melanggar Diaz di dalam kotak penalti.

Saat penalti akan diambil, pemain Senegal masih gusar. Mereka seakan belum bisa menerima keputusan penalti tersebut. Sejurus kemudian ada instruksi menepi.

Pelatih Pape Thiaw meminta pemainnya mogok pertandingan. Perlahan tapi pasti, pemain menepi ke pinggir lapangan. Bahkan ada yang masuk ke ruang ganti stadion.

Namun, tidak semua pemain sepakat dengan keputusan mogok dari pelatih Thiaw. Salah satunya Sadio Mane. Pemain Al Nassr tersebut meminta rekan-rekannya kembali.

Bahkan, Mane berlari ke dalam ruang ganti meminta teman-temannya kembali ke dalam lapangan. Akhirnya 11 pemain Senegal kembali ke lapangan setelah lebih dari 15 menit tertunda.

Penalti pun diambil. Diaz, yang dilanggar di kotak penalti, ditunjuk menjadi algojo. Pemain Real Madrid tersebut melakukan panenka: pelan ke tengah. Mudah saja ditangkap.

Gagal penalti, waktu normal habis. Pertandingan dilanjutkan dengan tambahan waktu dua kali 15 menit. Saat tambahan waktu inilah, menit ke-94, Pape Gueye mencetak gol.

Gol Gueye tersebut memastikan Senegal meraih gelar juara Piala Afrika 2025. Ini menjadi gelar juara kedua Senegal, setelah meraih gelar yang sama pada edisi 2021. (id08/rtr)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement