Breaking News
Memuat breaking news...

KSTI 2025: Pemerintah Tegaskan Prioritas STEM untuk Majukan Industri Strategis Nasional

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 9 Agustus 2025 - 1.45 PM WIB
KSTI 2025: Pemerintah Tegaskan Prioritas STEM untuk Majukan Industri Strategis Nasional
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada): Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 menjadi panggung strategis pemerintah dalam memperkuat fokus pada pengembangan bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) demi mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menuturkan, KSTI 2025 akan menjadi momentum penting dalam penyusunan peta jalan riset dan inovasi teknologi nasional.

“Melalui KSTI ini kita akan melakukan penyusunan peta jalan sains dan teknologi untuk mempercepat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi,” kata Menteri Brian, Kamis (8/8).

Ia menjelaskan bahwa KSTI merupakan inisiatif langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk mengumpulkan para peneliti dan guru besar, khususnya di bidang STEM, demi menggalang kontribusi ilmuwan bagi kemajuan bangsa.

“Konvensi ini merupakan inisiatif Bapak Presiden Prabowo untuk mempertemukan, mengumpulkan peneliti dan guru besar, khususnya bidang STEM untuk bersama-sama menyamakan visi berkontribusi memajukan bangsa dan negara Indonesia,” ujarnya.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menambahkan, program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) juga akan diarahkan untuk mendukung fokus tersebut.

“Saya akan berharap lebih banyak lagi yang dapat beasiswa LPDP, Pak Brian (Mendiktisaintek, red) dan Pak Pratik (Menko PMK, red), beliau akan menentukan sekolah mana yang akan menjadi destination, dan bidang apa,” jelasnya.

Kepala LPDP Sudarto menyampaikan bahwa dukungan untuk KSTI 2025 berasal dari Dana Abadi Pendidikan Tinggi (DAPT) sebagai wujud komitmen memperkuat ekosistem pendidikan tinggi Indonesia.

“Melalui KSTI 2025, LPDP mendorong peran aktif Civitas akademika dalam memajukan riset unggulan dan kolaborasi internasional,” ungkap Sudarto.

KSTI 2025 berlangsung 7–9 Agustus 2025 di Bandung dengan tema Sains dan Teknologi untuk Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi. Forum ini mempertemukan unsur pemerintahan, akademisi, pelaku industri, komunitas, dan media (pentahelix), serta menghadirkan ilmuwan kelas dunia dan peraih Nobel.

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement