Breaking News
Memuat breaking news...

Lab PHP Semprot Massal Hama Padi Petani Abdya

Redaksi
Redaksi
Kamis, 9 November 2023 - 12.13 PM WIB
Lab PHP Semprot Massal Hama Padi Petani Abdya
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BLANGPIDIE (Waspada): Tim Laboratorium Pengamat Hama Penyakit (PHP-THP), Pulau Ie, Kabupaten Nagan Raya, Rabu (8/11), melakukan penyemprotan massal di Aceh Barat Daya (Abdya), dalam upaya mengantisipasi hama pada tanaman padi petani dalam wilayah ‘Nanggroe Breuh Sigupai’.

Kepala Laboratorium PHP-THP Pulau Ie, Kabupaten Nagan Raya, Zulfikar SP mengatakan, penyomprotan ini dilakukan untuk mengendalikan penyakit pada tanaman padi, yang terkena imbas hama wereng, walang sangit dan jenis penyakit lainnya, dengan menggunakan obat alami, yang dipermentasi dari bahan hayati, yaitu Metabolit Sekunder Beauvuria Bassiana.

Sebagai sampel, pihaknya bersama tim turun langsung untuk melihat kondisi tanaman padi petani, berdasarkan laporan dari para penyuluh pertanian, yang tersebar dalam wilayah Abdya. Salah satu lokasinya berada di Desa Mesjid, Kecamatan Tangan-Tangan, juga di wilayah Kecamatan Susoh.

Selain melakukan penyomprotan massal, Tim Lab PHP THP Nagan Raya juga memberikan penyuluhan kepada petani, bagaimana cara mengantisipasi hama penyakit padi. Dimana, proses penyomprotan menggunakan Metabolit Sekunder Beauvuria Bassiana ini, dapat dilakukan dengan waktu umur padi antara 15 sampai 40 hari setelah tanam (HST).

“Selama ini petani kita lebih memilih cara instan dalam mengatasi hama padi. Sehingga, justru dapat membahayakan dalam jangka panjang. Misalkan dalam penggunaan obat kimia yang tidak teratur dapat merusak tanaman padi itu sendiri,” ungkap Zulfikar.

Didampingi Koordinator PHP pada Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya, Ewinda Gusma SP dan para penyuluh pertanian lainnya, Zulfikar yang juga membawahi tujuh Kabupaten lainnya di Provinsi Aceh itu, mengajak petani untuk sering memanfaatkan bahan alami, untuk mengantisipasi hama penyakit padi. “Mencegah sebelum terjadinya serangan hama, merupakan langkah efektif dalam meningkatkan kesuburan tanaman padi,” sebutnya.

Kemudian, menggunakan sistem mekanik dengan menanam bunga-bungan di sekeliling hamparan padi, menjadi salah satu cara pencegahan awal terhadap serangan hama. Bahkan itu menjadi pestisida nabati, yang dapat memperlambat perkembangbiakan hama. “Sayangnya, petani kita lebih memilih jalan pintas, dengan menggunakan obat yang mengandung bahan berbahaya. Memang cara alami itu sedikit melelahkan, namun dampaknya sangat memuaskan,” ujar Zulfikar, kepada para petani dari Kelompok Tani Maju Bersama, Desa Mesjid, Kecamatan Tangan-Tangan.

Pihaknya berharap petani bisa menciptakan kreatifitas sendiri, dalam menjaga tanaman padi dari serangan hama, tidak mesti harus selalu bergantung pada pestisida berbahan kimia. “Sebenarnya, nenek moyang kita dulu sering menggunakan bahan-bahan alami, yang mudah didapat disekitar lingkungan kita untuk mengantisipasi hama penyakit pada tanaman padi. Salah satunya menggunakan pupuk kandang, kencing hewan ternak dan juga tanaman hayati lainnya untuk mengusir hama,” demikian tandasnya.(b21)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement