Breaking News
Memuat breaking news...

Lagi, Bangkai Harimau Ditemukan Dalam Kawasan HGU Di Aceh

Redaksi
Redaksi
Senin, 25 April 2022 - 11.13 AM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

IDI (Waspada): Setelah dua individu harimau sumatera ditemukan mati dengan kondisi kaki terjerat sling, satwa dilindungi itu kembali ditemukan mati dalam HGU PT Aloer Timur di Desa Sri Mulya, Peunarun, Aceh Timur.

Kini, polisi masih melakukan penyelidikan dan menyisir di sekitar lokasi. Beberapa saksi juha sudah diminta keterangan. Begitu juga dengan tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, juga sedang melakukan nekropsi.

“Awalnya ditemukan dua harimau mati. Setelah disisir ditemukan lagi bangkai harimau. Jarak antara dua bangkai harimau yang ditemukan pertama dengan bangkai harimau yang ditemukan kedua sekitar 500 meter,” kata Kapolres Aceh Timur AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat, SIK, melalui Kapolsek Serbajadi Iptu Hendra Sukmana, Senin (25/4).

Dikatakannya, bangkai harimau yang ditemukan kedua sudah mulai kering, Minggu (24/4) sek8ra pukul 22:45 Wib. Diperkirakan mati sekitar 7-8 hari yang lalu. Sementara dua harimau yang ditemukan sebelumya diperkirakan mati 2-3 hari yang lalu, bahkan kondisinya baru membengkak.

“Kita bersama anggota TNI dan Ranger Forum Konservasi Leuser (FKL) terus melakukan penyisiran disekitar lokasi hingga ke kawasan HGU eks PT Mopoli Raya, karena tidak tertutup kemungkinan masih adanya sling yang berpotensi terjerat satwa dilindungi,” ujar Iptu Hendra Sukmana, seraya mengaku pihaknya masih melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan pihak BKSDA Aceh. (b11).

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement