Breaking News
Memuat breaking news...

Lagi, Harimau Gentayangan Terkam Ternak

Redaksi
Redaksi
Senin, 27 Maret 2023 - 10.48 AM WIB
Lagi, Harimau Gentayangan Terkam Ternak
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

IDI (Waspada): Setelah bulan lalu, Harimau Sumatera kembali bergentayangan di Aceh Timur. Kali ini, sapi milik warga yang digembala jadi sasaran di Area Afdeling I PTPN Julok Rayeuk Selatan, Dusun Buket Panjang, Gampong Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, Minggu (26/3).

Hewan ternak milik Sofyanto ditemukan dalam kondisi terluka oleh Saidi, warga Desa Pelita Sagop Jaya, Indra Makmu, Aceh Timur. Saat itu Saidi, sedang berburu babi di area perkebunan milik PTPN Julok Rayeuk Selatan. Tiba-tiba terlihat seekor sapi berbaring di pinggir jalan, sekira pukul 16:00.

Ketika dilakukan pengecekan, ternyata ternak sapi terluka dan mengeluarkan darah di bagian kaki dan punggung. Diduga, sapi tersebut menjadi sasaran satwa liar jenis Harimau Sumatera. Lalu, Saidi melaporkan peristiwa tersebut ke pihak Security PTPN Julok Rayeuk Selatan.

Kapolres Aceh Timur AKBP Andy Rahmansyah SIK, melalui Kapolsek Banda Alam Iptu Saidir SH, kepada Waspada.id, Senin (27/3) membenarkan adanya sapi warga yang diterkam harimau. Setelah memperoleh informasi, lalu petugas ke lokasi untuk membantu mengevakuasi sapi yang menjadi sasaran harimau tersebut ke pemukiman penduduk.

“Atas munculnya kembali harimau, kami harap warga tidak melepasliarkan hewan ternaknya di kebun, hal ini untuk mengantisipasi kejadian serupa,” kata Iptu Saidir, seraya warga yang menggembala hewan ternak untuk lebih waspada dan meningkatkan kehati-hatian.

Kapolsek juga meminta, peternak untuk lebih meningkatkan standar kandang hewan ternak, sehingga malam hari bebas dari serangan harimau sumatera. “Kita perkirakan saat ini Harimau Sumatera masih berkeliaran di sekitar lokasi yang sewaktu-waktu bisa menimbulkan konflik di sekitar pemukiman penduduk,” tutur Saidir, seraya meminta, warga tidak memburu, melukai dan membunuh satwa liar dilindungi seperti harimau dan gajah. (b11).

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement