Breaking News
Memuat breaking news...

Lagi, Pemkab Humbahas GPM Di Lintongnihuta

Redaksi
Redaksi
Rabu, 18 September 2024 - 2.30 PM WIB
Lagi, Pemkab Humbahas GPM Di Lintongnihuta
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

DOLOKSANGGUL (Waspada): Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) kerjasama dengan Bank Indonesia dan Bulog kembali melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dipusatkan di Halaman Kantor Camat Lintongnihuta, Desa Sibuntuon Parpea. Giat GPM itu berlangsung selama dua hari berturut, yakni Rabu-Kamis (18-19/9).

Bupati diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab, Martogi Purba saat membuka giat GPM, Rabu (18/9) mengatakan bahwa saat ini di Humbahas menurun harga-harga komoditas pertanian khususnya cabai, bawang, tomat dan tanaman lainnya, sehingga mengakibatkan menurunnya nilai tukar petani. Di sisi lain, terjadi peningkatan harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng termasuk gula. "GPM merupakan salah satu cara yang efektif untuk menekan laju inflasi dan menjaga stabilisasi harga komoditas bahan pokok," ujarnya.

Dijelaskan, pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia paling utama dan harus senantiasa tersedia secara cukup, aman, bergizi, beragam, terjangkau dan tidak bertentangan dengan keyakinan dan kebudayaan masyarakat.

Dalam menjalankan ketahanan pangan, katanya, pemerintah berkewajiban menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok strategis termasuk mewujudkan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

Warga Sigumpar, Kec. Lintongnihita, Kasan Hutasoit disela gita GPM menyampaikan terimakasih kepada pemerintah. Sebab, dengan program ini masyarakat sudah terbantu dalam hal daya beli sembako yang kebutuham pokok keluarga. "Kita apresiasi pemerintah atas kegiatan ini, dengan program GPM sudah pasti masyarakar terbantu dan daya beli masyarakat akan meningkat untuk kebutuhan pokok," pungkasnya. (cas)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement