Breaking News
Memuat breaking news...

Lapas Lhokseumawe Tetap Antisipasi Penyebaran Covid-19 Di Tengah Pandemi Melandai

Redaksi
Redaksi
Jumat, 10 Juni 2022 - 7.11 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

LHOKSEUMAWE (Waspada) : Meskipun pandemi mulai melandai, namun petugas Lapas Kelas II A Lhokseumawe tetap mengantisipasi penyebaran Covid-19 . Jam besuk tatap muka belum dibuka, sementara WBP baru tetap jalani karantina.

Sejak pandemi Covid-19, Lapas Kelas II A Lhokseumawe telah menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes). Diantaranya, menghentikan jam besuk tatap muka keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Sebagai gantinya, pihak keluarga dapat berkomunikasi melalui video call. Selain itu, seluruh WBP ikut vaksinasi Covid-19. Sedangkan warga binaan yang baru masuk juga wajib karantina.

Saat ini pandemi Covid-19 mulai melandai. Berbagai aktivitas di luar Lapas mulai normal. Sehingga sejumkah keluarga WBP, mengharapkan bisa kembali menbesuk ke Lapas Lhokseumawe. Sejak dua tahun lalu, mereka tidak bisa berjumpa langsung dengan warga binaan. Sehingga dalam kondisi pandemi melandai, warga mengharap bisa berjumpa langsung dengan keluarganya di Lapas.

Kalapas Kelas II A Lhokseumawe melalui Kasubbag TU Amiruddin, SH menjelaskan. jam besuk belum dibuka kendati pandemi melandai. Namun pihaknya masih tetap membuka komunitas video call. Bahkan petugas, tetap melayani titipan keluarga dari luar dan dalam lapas. "Petugas kita menerima titipan untuk warga binaan dari keluarganya," jelas Amiruddin.

Selain itu, titipan dari dalam Lapas, seperti pakaian kotor untuk keluarganya di luar, juga dilayani. Sehingga, meskipun jam besuk belum dibuka, WBP masih bisa berhubungan dengan keluarganya.

Amiruddin didampingi Kasi Bimbimbangan Anak DidIk Lapas Kelas II A Lhokseumawe, Yusri SH MH, menjelaskan, kegiatan pembinaan juga masih berjalan lancar. Bahkan pendidikan keagamaan di lembaga pendidikan Al Taubah Lapas Lhokseumawe telah ditingkatkan. Dari pendidikan Hafiz Al-Quran, sekarang ditambah belajar kitab kuning. "Sekarang pelajaran berbasis dayah, " jelasnya.

Tujuannya, para WBP dapat belajar fiqih selama dalam tahanan. Berbagai hukum Islami diajari para ustad yang memiliki latar pendidikan dayah. Sedangkan program hafalan Al-Quran, masih tetap dilanjutkan.

Pembinaan kerajinan souvenir dan tekhnik juga masih berlanjut. Bahkan berbagai produk kerajinan khas Aceh telah berhasil diproduksi. Hasil kerajinan tangan WBP telah pernah dipamerkan di berbagai pameran di luar daerah.(b08)

Teks Foto : Kasubbag TU Lapas Kelas II A Lhokseumawe, Amiruddin, SH memperlihatkan barang milik WBP untuk keluarganya di luar tahanan, Jumat (10/6). Waspada/Zainal Abidin

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement