Lima Bandara Ditutup akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau, Modifikasi Cuaca Disiapkan


JAKARTA (Waspada.id): Sebanyak lima bandara ditutup sementara menyusul pergerakan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Pemerintah juga menyiapkan pengalihan lokasi operasi modifikasi cuaca (OMC) dari bandara yang terdampak abu vulkanik.
Kepala BMKG Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani mengatakan lima bandara yang ditutup yakni Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II Lampung, Budiarto Curug, dan Pondok Cabe.
Bandara Soekarno-Hatta ditutup mulai pukul 08.36 hingga 13.30 WIB. Sementara Bandara Halim Perdanakusuma ditutup mulai pukul 09.49 hingga 14.00 WIB.
"Radin Inten II Lampung itu akan tutup hingga pukul 14.00. Kemudian Budiarto Curug itu juga akan tutup hingga 13.30. Serta lapangan terbang Pondok Cabe juga akan tutup hingga pukul 14.00," ujar Teuku Faisal.
Penutupan tersebut juga berdampak terhadap pelaksanaan OMC. Teuku Faisal mengatakan telah berkoordinasi dengan Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Dr. Suharyanto untuk menggeser lokasi pelaksanaan OMC ke bandara yang tidak terdampak abu vulkanik.
"Nanti mungkin kita geser pelaksanaannya apakah dari Halim atau dari Husein Sastranegara. Jadi tetap dari bandara yang tidak terpengaruh penutupan akibat abu vulkanik ini," katanya.
Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Dr. Suharyanto mengatakan pelaksanaan OMC akan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan. Operasi tersebut diharapkan membantu mempercepat peluruhan abu vulkanik dari udara.
"Operasi modifikasi cuaca itu justru untuk membantu kondisi udara, kondisi abu vulkanik itu bisa luruh," ujar Suharyanto.
Menurut dia, hujan merupakan salah satu upaya yang dapat membantu meluruhkan abu vulkanik ke tanah. Abu juga dapat terbawa angin, tetapi proses tersebut terkadang membutuhkan waktu lebih lama.
Karena Bandara Pondok Cabe ditutup, pelaksanaan OMC akan diupayakan dari Halim Perdanakusuma. Jika tidak memungkinkan, operasi akan dilakukan dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa mengatakan pihaknya terus memantau pergerakan abu vulkanik bersama para pemangku kepentingan penerbangan.
Lukman mengatakan laporan Volcanic Ash Advisory dari Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin diterima pada pukul 07.10 WIB. Setelah itu, pihaknya melakukan pemantauan terhadap pergerakan dan cakupan abu vulkanik.
"Alhamdulillah sampai dengan jam 01.00 pagi tadi itu abu sudah mencapai Soekarno-Hatta setelah kita lakukan paper test. Dan kemudian kita langsung menerbitkan NOTAM closure of aerodrome," kata Lukman.
Ia mengatakan pemantauan dilakukan bersama pengelola bandara, AirNav Indonesia, BMKG, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperbarui informasi mengenai pergerakan abu vulkanik dan memastikan keselamatan penerbangan.(id11)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda