Breaking News
Memuat breaking news...

LPPM Unimed Gandeng YAPENTRA Dan HBM Jerman Perkuat Pembelajaran Bahasa Inggris Anak Tunanetra

Redaksi
Redaksi
Kamis, 13 Agustus 2026 - 9.29 AM WIB
LPPM Unimed Gandeng YAPENTRA Dan HBM Jerman Perkuat Pembelajaran Bahasa Inggris Anak Tunanetra
Tim LPPM Unimed saat menyampaikan paparan dalam kegiatan penguatan pembelajaran Bahasa Inggris fungsional berbasis audio-sensori bagi anak tunanetra pra-mandiri melalui aplikasi Bright Vision. Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Medan (Unimed) berkolaborasi dengan Yayasan Pendidikan Anak Tunanetra (YAPENTRA) dan HBM Jerman dalam melaksanakan kegiatan penguatan pembelajaran Bahasa Inggris fungsional berbasis audio-sensori bagi anak tunanetra pra-mandiri melalui aplikasi Bright Vision. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 31 Juli 2026, di YAPENTRA, Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kemitraan masyarakat wilayah yang mengusung tema “Bright Vision: Program Kemitraan Masyarakat Wilayah melalui Kolaborasi Unimed YAPENTRA, dan HBM Jerman dalam Penguatan Pembelajaran Bahasa Inggris Fungsional Berbasis Audio-Sensori bagi Anak Tunanetra Pra-Mandiri”. Program tersebut dirancang sebagai upaya menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih mudah diakses, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik kebutuhan belajar anak tunanetra.

Kegiatan dipimpin oleh Dr. Isli Iriani Indiah Pane, S.Pd., M.Hum., serta didukung oleh tim dosen yang terdiri atas Hafniati, S.Pd., M.A., Nina Afria Damayanti, S.Pd., M.Sc., Purnama Sari, M.Pd., Abdul Harris Handoko, S.Pd., M.Pd., dan Savitri Rahmdany, S.Pd., M.L. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa, yaitu Naila Elfira Sari, Khansa Nadhira Nazmi, dan Ayu Lestari.

Dr. Isli Iriani Indiah Pane, S.Pd., M.Hum., mengatakan,Rabu (12/8) mengatakan,

Pelaksanaan kegiatan melibatkan delapan siswa YAPENTRA yang terdiri atas dua siswa buta total dan enam siswa dengan penglihatan yang kurang. Dalam pelaksanaannya, para siswa mendapatkan pendampingan dari Arjuna Perangin-Angin, M.Li. selaku guru pembimbing. Keterlibatan guru pendamping menjadi bagian penting untuk memastikan proses pembelajaran dapat berlangsung sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing siswa.

Katanya, melalui aplikasi Bright Vision, pembelajaran Bahasa Inggris dikembangkan dengan pendekatan berbasis audio-sensori yang mengutamakan informasi melalui pendengaran dan pengalaman sensori. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu siswa tunanetra memahami materi Bahasa Inggris secara lebih mudah tanpa bergantung pada informasi visual.

Bright Vision dirancang sebagai media pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi dan kecerdasan buatan untuk mendukung pembelajaran Bahasa Inggris bagi siswa tunanetra. Materi yang diberikan diarahkan pada kemampuan Bahasa Inggris fungsional yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pembelajaran tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada kemampuan siswa dalam menggunakan Bahasa Inggris secara praktis.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dan diajak berinteraksi langsung dengan aplikasi Bright Vision. Proses pembelajaran dilakukan secara bertahap dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendengarkan materi, mengikuti instruksi, merespons latihan, serta memperoleh umpan balik. Pendekatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif sekaligus memungkinkan siswa mengenal teknologi pembelajaran yang dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna tunanetra.

Kolaborasi antara Unimed, YAPENTRA, dan HBM Jerman menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan program ini. Unimed berperan dalam pengembangan keilmuan, pendampingan, serta pelaksanaan program, sementara YAPENTRA memberikan dukungan melalui lingkungan pendidikan dan pendampingan siswa tunanetra. Dukungan dari HBM Jerman turut memperkuat upaya pengembangan program yang berorientasi pada peningkatan akses dan kualitas pembelajaran bagi penyandang tunanetra.

Program Bright Vision diharapkan tidak hanya menjadi inovasi dalam pembelajaran Bahasa Inggris, tetapi juga menjadi salah satu langkah dalam memperluas akses terhadap teknologi pendidikan yang inklusif. Pemanfaatan teknologi berbasis audio-sensori dapat membuka peluang bagi siswa tunanetra untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih mandiri, fleksibel, dan sesuai dengan kemampuan mereka.

Melalui kolaborasi antara LPPM Unimed, YAPENTRA, dan HBM Jerman, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi siswa tunanetra, khususnya dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris fungsional dan kesiapan mereka menghadapi kebutuhan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari, dan di masa depan.(wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement