Breaking News
Memuat breaking news...

Luncurkan Logo Hari Santri 2026, Menag Ingatkan Dahsyatnya Peran Ulama

Redaksi
Redaksi
Rabu, 23 September 2026 - 4.55 AM WIB
Luncurkan Logo Hari Santri 2026, Menag Ingatkan Dahsyatnya Peran Ulama
Menag Nasaruddin Umar bersama jajarannya dalam jumpa pers Hari Santri 2026 di Jakarta, Selasa (22/9/2026). (waspada.id/dian)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Kementerian Agama (Kemenag) resmi meluncurkan logo dan tema Hari Santri 2026. Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, rangkaian peringatan akan diisi berbagai kegiatan yang menyoroti peran santri, penguatan pesantren, hingga kemandirian ekonomi.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, Hari Santri bukan sekadar peringatan tahunan. Momentum ini menjadi pengingat atas peran ulama dan santri dalam sejarah perjuangan bangsa, termasuk melalui Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945.

“Para analis sejarah melihat bahwa seandainya tidak ada peristiwa yang kita kenal dengan peristiwa tanggal 22 Oktober 1945. Tanpa peristiwa itu, barangkali sejarah Indonesia akan tidak seperti sekarang. Peran ulama, peran yang kita kenal dengan jihad santri itu yang disalurkan dengan Resolusi Jihad, dahsyat sekali,” jelas Nasaruddin di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Nasaruddin mengatakan, rangkaian Hari Santri 2026 secara resmi dimulai setelah peluncuran logo dan tema. Sejumlah agenda telah disiapkan Kemenag hingga puncak peringatan pada 22 Oktober. Salah satunya Surat Santri untuk Presiden yang berlangsung 22 September-8 Oktober 2026. Melalui sayembara tersebut, santri dapat menyampaikan mimpi, harapan, gagasan, dan pesan tentang masa depan bangsa kepada Presiden Prabowo Subianto.

Sayembara mengangkat tiga tema, yakni pendidikan, kepedulian terhadap lingkungan, dan harapan untuk kesejahteraan rakyat. Pemenang akan diumumkan pada 8 Oktober dan diundang menghadiri Malam Bakti Santri untuk Negeri. Surat terbaik selanjutnya akan disampaikan kepada Presiden sebagai bentuk aspirasi santri mengenai masa depan Indonesia.

“Kami juga sudah sampaikan langsung kepada Bapak Presiden kemarin di Gontor, itu akan Hari Santri ini. Kemudian juga, pokoknya Bapak Presiden sangat well informed tentang program santri ini,” kata Nasaruddin.

Upacara Hari Santri pada 22 Oktober menjadi salah satu agenda utama sekaligus penanda puncak peringatan Hari Santri 2026.

“Upacara Hari Santri, yang nanti kita akan tradisikan itu. Setiap tanggal 22 Oktober itu kita peringati sebagai Hari Santri,” kata Nasaruddin.

Setelah itu, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Malam Bakti Santri untuk Negeri pada 24 Oktober di Istora Senayan, Jakarta.

Basnang mengatakan, kegiatan tersebut akan digerakkan Menteri Agama dan Wakil Menteri Agama. Kemenag juga berencana mengundang Presiden Prabowo Subianto.

Selain itu, Kemenag menggelar Pesantren Award pada 22 September-24 Oktober. Penghargaan ini diberikan kepada pihak yang dinilai berkontribusi terhadap penguatan pesantren.

“Kita akan memberikan penghargaan-penghargaan tertentu kepada siapapun juga, apakah itu instansi atau perorangan, yang memberikan kontribusi terhadap penguatan Pondok Pesantren,” ujar Nasaruddin.

Rangkaian Hari Santri juga mencakup Perkemahan Pramuka Santri Nusantara pada 30 September-6 Oktober di Kabupaten Malang. Kegiatan tersebut mempertemukan santri dari berbagai daerah sekaligus menghadirkan pendekatan baru dalam kegiatan kepramukaan di lingkungan pesantren.

“Insyaallah kita rencanakan nanti tanggal 30 September sampai 6 Oktober. Jadi, kita akan kumpul seluruh santri-santri itu. Bagaimana dengan entitasnya itu bisa menampilkan satu semangat baru dan juga sekaligus satu pendekatan lain di dalam melaksanakan kegiatan kepramukaan,” terang Nasaruddin.

Kemudian, Santri Vision berlangsung 2-20 Oktober. Agenda ini menjadi ruang bagi santri dan pesantren untuk menampilkan karya serta inovasi di bidang akademik, seni, media, digital, dan teknologi.

Santri Vision mencakup kategori Paper & Policy, Audio-Visual & Creative Media, serta Digital Innovation & Technology.

Menurut Nasaruddin, pendidikan pesantren memiliki kekuatan dan karakter yang tetap relevan dengan perkembangan zaman.

“Seorang peneliti dari Inggris mengagetkan saya juga bahwa setelah melakukan penelitian tentang tradisi Pesantren, dia berkesimpulan bahwa justru konsep pendidikan Pesantren itu adalah model pendidikan yang paling canggih, sophisticated school,” ungkapnya.

Kemenag juga menggelar Halaqah Penguatan Ditjen Pesantren pada 8-9 Oktober. Forum ini diarahkan untuk menyusun road map pengembangan pesantren ke depan.

“Nanti teman-teman pesantren akan mencoba menciptakan semacam road map, peta jalan Pondok Pesantren ke depan,” kata Nasaruddin.

Direktur Jenderal Pesantren Kemenag Basnang Said mengatakan, sejumlah kepala daerah yang aktif mendukung pesantren juga akan mendapat penghargaan tersebut.

“Untuk Hari Santri tahun 2026, kita akan mencoba memberikan penghargaan kepada sejumlah kepala daerah yang telah berkontribusi dan aktif mendukung pesantren. Penghargaan tersebut nantinya akan diberi nama Pesantren Award,” kata Basnang.

Basnang menambahkan, pemerintah daerah akan dilibatkan dalam forum tersebut, terutama daerah yang telah memiliki peraturan daerah tentang pesantren.

Selanjutnya, Mu'tamad Santri digelar pada 14-15 Oktober. Forum akademik ini diarahkan untuk memperkuat mutu pendidikan pesantren, memperluas jejaring internasional, dan mendorong pesantren berdaya saing global.

Pada 16 Oktober, Kemenag menggelar Festival Sarung dan Peci Santri. Agenda ini mengangkat sarung dan peci sebagai identitas pesantren sekaligus bagian dari budaya Indonesia. Nasaruddin menegaskan, kemajuan pesantren tidak harus menghilangkan tradisi.

“Karena salah satu identitas Pondok Pesantren itu sarung dan peci. Kita bisa meraih perkembangan ke depan yang lebih bagus tanpa harus meninggalkan tradisi asli kita, bangsa Indonesia. Itulah Pondok Pesantren,” ujarnya.

Masih pada 16-24 Oktober, Kemenag menggelar Expo Kemandirian Pesantren di Lapangan Banteng, Jakarta.

Expo tersebut akan menampilkan berbagai produk usaha pesantren. Basnang mengatakan, kegiatan ini sekaligus menunjukkan perkembangan kewirausahaan pesantren.

“Ini penting karena sejak tahun 2021 sampai 2025 ada 4.185 pesantren yang mendapatkan bantuan inkubasi. Dari 4.185 pesantren tersebut, kemudian bertransformasi menjadi BUMPES, Badan Usaha Milik Pesantren. Inilah yang nanti kira-kira akan kita minta untuk memamerkan produk-produknya,” ujar Basnang.

Produk yang dipamerkan mencakup makanan dan minuman, buku, pakaian khas Nusantara, serta berbagai produk lainnya.(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement