M Yusuf Ajak Pelajar Binjai-Langkat Telusuri Jejak Perjuangan Dan Perkuat Wawasan KebangsaanM Yusuf Ajak Pelajar Binjai-Langkat Telusuri Jejak Perjuangan Dan Perkuat Wawasan Kebangsaan

BINJAI (Waspada.id): Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Golkar, M Yusuf, SH, M.Hum, mengajak generasi muda memahami nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan melalui kegiatan yang lebih dekat dengan pengalaman mereka. Salah satunya melalui kegiatan “Napak Tilas Perjuangan: Menelusuri Jejak Perjuangan, Menguatkan Semangat Wawasan Kebangsaan” yang melibatkan pelajar SMA, SMK dan sederajat se-Kota Binjai dan Kabupaten Langkat.
M Yusuf mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas anggota DPRD Sumut dalam menyebarluaskan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendekatkan generasi muda dengan sejarah perjuangan bangsa.
“Kegiatan ini merupakan implementasi dari penyebarluasan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan yang dilaksanakan anggota DPRD Sumut. Kita ingin nilai-nilai perjuangan dan semangat kebangsaan itu terus hidup di tengah generasi muda,” ujar M Yusuf, Minggu (9/8/2026).
Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa. Di tengah perkembangan teknologi informasi dan perubahan sosial yang berlangsung cepat, para pelajar perlu memiliki fondasi kebangsaan yang kuat agar tidak mudah terpengaruh berbagai paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
Karena itu, pemahaman tentang Pancasila, sejarah perjuangan bangsa dan wawasan kebangsaan perlu disampaikan melalui metode yang kreatif serta dekat dengan kehidupan generasi muda.
“Jangan sampai generasi kita hanya mengenal perjuangan para pahlawan dari buku pelajaran. Mereka harus memahami bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini diperoleh melalui perjuangan panjang, pengorbanan dan persatuan,” katanya.
Sejarah Dikemas Lebih Menarik
Yusuf menilai kegiatan napak tilas dapat menjadi salah satu media edukasi yang menarik bagi pelajar. Selain memberikan pengetahuan sejarah, kegiatan tersebut juga dapat melatih kerja sama, kedisiplinan, kepemimpinan dan rasa tanggung jawab.
“Kita ingin sejarah tidak hanya menjadi hafalan, tetapi menjadi inspirasi. Dari perjuangan para pendahulu, anak-anak muda bisa belajar tentang keberanian, pengorbanan, persatuan dan pantang menyerah,” ujarnya.
Kegiatan Napak Tilas Perjuangan dijadwalkan berlangsung Minggu, 16 Agustus 2026, dengan lokasi di SMAN 1 Binjai dan Edukasi Center Binjai. Peserta berasal dari SMA, SMK dan sederajat di Kota Binjai serta Kabupaten Langkat.
Kegiatan tersebut juga dikemas dalam bentuk kompetisi dengan memperebutkan trofi, uang pembinaan dan piagam penghargaan bagi para pemenang. Seluruh peserta yang mengikuti kegiatan juga akan mendapatkan piagam dan pin Napak Tilas.
Yusuf menegaskan, penghargaan tersebut bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan, tetapi menjadi sarana bagi pelajar untuk belajar berkompetisi secara sehat, bekerja sama dan menunjukkan kemampuan terbaik.
“Kita berharap mereka menikmati prosesnya. Yang terpenting bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana mereka mendapatkan pengalaman dan memahami makna perjuangan serta kebangsaan,” katanya.
Perjuangan Generasi Kini melalui Prestasi
Yusuf mengatakan, bentuk perjuangan generasi muda saat ini berbeda dengan perjuangan para pahlawan di masa lalu. Jika dahulu para pejuang mempertaruhkan jiwa dan raga untuk merebut serta mempertahankan kemerdekaan, generasi sekarang memiliki tanggung jawab mengisi kemerdekaan melalui prestasi dan karya
Menurutnya, semangat perjuangan dapat diwujudkan pelajar melalui pendidikan, prestasi olahraga, kreativitas, inovasi, kepedulian sosial serta berbagai kegiatan positif lainnya.
“Kalau dahulu para pahlawan berjuang dengan senjata, sekarang anak-anak kita berjuang melalui pendidikan dan karya. Mereka harus menjadi generasi yang produktif, berkarakter dan memiliki kepedulian terhadap bangsa dan lingkungannya,” ucapnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran kebangsaan yang dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari..
Menurut Yusuf, keberagaman suku, agama, budaya dan bahasa merupakan kekuatan bangsa Indonesia yang harus dirawat bersama. Perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk terpecah.
“Pancasila harus kita jadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan adalah kenyataan bangsa Indonesia, tetapi persatuan merupakan pilihan yang harus terus kita jaga,” tegasnya.
Generasi Muda Penentu Masa Depan
M Yusuf juga menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah dalam membentuk karakter generasi muda. Pendidikan kebangsaan, menurutnya, merupakan tanggung jawab bersama dan tidak hanya menjadi tugas lembaga pendidikan.
Ia berharap kegiatan seperti Napak Tilas Perjuangan dapat membantu generasi muda memahami bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh melalui proses panjang dan pengorbanan para pahlawan.
“Kemerdekaan ini diwariskan oleh para pejuang kepada kita. Tugas kita adalah menjaga, merawat dan mengisinya. Jangan sampai pengorbanan para pahlawan menjadi sia-sia karena generasi penerus kehilangan semangat kebangsaan,” katanya.
Yusuf menambahkan, pembangunan bangsa tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, berintegritas, mencintai Tanah Air dan menjunjung tinggi persatuan.
“Anak-anak muda inilah yang nantinya menjadi pemimpin bangsa. Karena itu, sejak sekarang mereka harus dibekali bukan hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai Pancasila, wawasan kebangsaan dan semangat untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” pungkasnya. (wsp.id)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda