Majukan Ekonomi Daerah, Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Luncurkan Program Penguatan Ekosistem Kemitraan Berbasis Potensi Daerah

JAKARTA (Waspada):Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi menginisiasi Program Penguatan Ekosistem Kemitraan untuk Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah. Program Penguatan Ekosistem Kemitraan mendorong kolaborasi antara entitas pendidikan vokasi dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) di daerah dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebanyak 20 perguruan tinggi vokasi (PTV) menjadi pengampu Program yang pendanaannya berasal dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Untuk Provinsi Aceh, PTV pengampu adalah Politeknik Negeri Lhokseumawe. Tiga anggota konsorsiumnya adalah Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat, Politeknik Aceh dan Politeknik Aceh Selatan.
Untuk Sumatera Utara, PTV pengampu oleh Politeknik Negeri Medan dengan 2 anggota konsorsium yakni Sekolah Vokasi Universitas Sumatera Utara dan Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia.
Skema program sendiri terbilang unik dikarenakan dalam pengerjaannya PTV di setiap daerah harus membentuk kelompok atau konsorsium dengan setidaknya dua PTV lain. Bahkan dari 20 lokasi, enam di antaranya merupakan gabungan provinsi yang harus bekerja bersama untuk dapat mencapai target program. Uuf menambahkan, program ini turut melibatkan Pemda secara aktif agar dapat memetakan supply dan demand dengan data yang akurat.
Program penguatan ekosistem kemitraan sendiri merupakan grand design pengembangan inovasi di daerah/wilayah dalam kurun waktu tiga tahun mengacu pada potensi dan keunggulan, serta agenda prioritas pembangunan daerah. Pada tahun pertama program akan menghasilkan policy brief, yang berisi workforce planning dan innovation planning. Sementara pada tahun kedua dan ketiga fokus luaran program adalah mengimplementasikan innovation planning yang telah dibuat di tahun sebelumnya melalui jejaring kemitraan untuk menghasilkan inovasi.
“Kami mengundang seluruh entitas pendidikan vokasi di daerah serta industri dan pemerintah provinsi, untuk dapat turut serta bergabung dalam mewujudkan visi bersama. Dana yang dialokasikan oleh LPDP pada program ini untuk tahun 2023 senilai Rp14,9 miliar saja, tetapi yang dikerjakan oleh pengampu program merupakan hal yang sangat strategis, yaitu membawa iklim ilmiah dan kritis ke pembangunan ekonomi daerah bukan mengilmiahkan pembangunan ekonomi daerah," sambung Uuf.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Kiki Yuliati mengungkapkan, Penguatan ekosistem kemitraan menjadi fokus utama sehingga diharapkan pendidikan vokasi dapat duduk bersama, saling berinteraksi dengan pemangku kepentingan. Program ini juga perlu dimaknai sebagai respons pendidikan vokasi terhadap Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 68 tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi.
“Melalui program ini diharapkan pendidikan vokasi dapat membangun kemitraan strategis sehingga mampu menjadi salah satu aktor serta motor penggerak pembangunan ekonomi di daerah,” tutur Kiki.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama LPDP yang diwakili oleh Kepala Divisi Kerja Sama dan Pengembangan Layanan LPDP, Dhani Setyawan mengatakan program ini sangat baik karena memberikan manfaat yang signifikan di berbagai tingkatan, mulai dari level daerah hingga nasional. Dhani juga mengapresiasi pendekatan menyeluruh dan bekerlanjutan pada program ini, karena tidak hanya merencanakan tetapi juga mengimplementasikan innovation planning untuk mendorong pembangunan di berbagai daerah.
“Dukungan kami (LPDP) tidak hanya terbatas pada pendanaan, melainkan juga pada aspek yang lebih luas, kami percaya bahwa kolaborasi antara PTV dan industri memiliki potensi besar dalam menghasilkan inovasi yang relevan dan bermanfaat. Oleh karena itu, kami secara aktif mendukung upaya ini melalui pemberian dukungan keuangan dan fasilitas lainnya” tegasnya.
Dhani menambahkan, kerja sama LPDP dengan Ditjen Pendidikan Vokasi dimulai pada tahun 2021 dengan nama program Riset Keilmuan Terapan bagi dosen PTV. Program itu dilaksanakan dengan baik secara laporan maupun hasil. Dhani juga mengungkapkan bahwa sebagai bentuk komitmen kami dalam mendukung pembangunan pendidikan vokasi yang berkelanjutan, pada tahun 2023 kembali melanjutkan kerjasama dengan Ditjen Pendidikan Vokasi melalui Program Penguatan Ekosistem Kemitraan untuk Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah.
Komitmen kerja sama disusun untuk program multiyear (3 tahun) dengan komitmen pendanaan sebesar Rp55 miliar yang dibagi menjadi tiga tahun pendanaan. Tahun pertama sebesar Rp15 miliar, tahun kedua dan ketiga sebesar masing-masing sebesar Rp20 miliar.
Seremoni Kick Off Program dihadiri langsung oleh 20 PTV pengampu, dan disaksikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yulianti; Asisten Deputi Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Tinggi Kemenko PMK, Ahmad Saufi; Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah IV Kemendagri, Zanariah; dan Ketua Komite Tetap Pelatihan Vokasi Kadin Indonesia, Wisnu Wibowo. (J02)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda