Mangapul Purba Desak Kasus Kekerasan Dua Bocah Di Dairi Diusut TuntasMangapul Purba Desak Kasus Kekerasan Dua Bocah Di Dairi Diusut Tuntas

MEDAN (Waspada.id): Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumatera Utara Mangapul Purba SE MIKom mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan kekerasan terhadap dua bocah bersaudara di Kabupaten Dairi. Selain meminta terduga pelaku diproses sesuai hukum, Mangapul juga meminta aparat menelusuri tanggung jawab orang tua korban serta kemungkinan adanya dugaan penelantaran anak.
Desakan itu disampaikan Mangapul menyusul mencuatnya kasus dugaan kekerasan terhadap AGP (7) dan adiknya, AP (6), yang diduga dilakukan bibi kandung mereka berinisial RS (52).
“Saya benar-benar marah melihat kejadian seperti ini. Anak yang masih kecil dan tidak berdaya justru mengalami kekerasan. Ini sangat memprihatinkan dan tidak boleh dibiarkan,” tegas Mangapul kepada wartawan, Jumat (21/8/2026), di DPRD Sumut.
Anggota DPRD Sumut dari daerah pemilihan Pematangsiantar-Simalungun itu meminta aparat penegak hukum menangani kasus tersebut secara serius dan menyeluruh. Jika dugaan kekerasan terbukti, ia meminta pelaku dijatuhi hukuman sesuai ketentuan perundang-undangan.
Mangapul juga meminta keberadaan dan tanggung jawab orang tua kedua korban ditelusuri. Menurutnya, pengusutan tidak boleh hanya berhenti pada pihak yang diduga melakukan kekerasan, tetapi juga harus melihat kondisi pengasuhan kedua anak tersebut.
“Mamak kandungnya juga harus dicari. APH harus melihat apakah ada unsur menelantarkan anak atau tidak. Jangan hanya berhenti pada orang yang diduga melakukan kekerasan,” ujarnya.
Ia juga meminta suami terduga pelaku turut diperiksa untuk mengetahui sejauh mana yang bersangkutan mengetahui kondisi kedua korban. Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan apakah yang bersangkutan mengetahui dugaan kekerasan tersebut, membiarkan, atau justru tidak mengetahui kejadian tersebut.
Selain proses hukum, Mangapul meminta pemerintah memastikan kedua korban memperoleh perawatan medis, pendampingan psikologis dan perlindungan maksimal.
“Jangan sampai anak-anak yang sudah menjadi korban ini kembali menjadi korban untuk kedua kalinya karena tidak mendapatkan perlindungan,” pungkasnya.
Kasus Viral di Media Sosial
Sebelumnya, kasus dugaan kekerasan terhadap AGP dan AP menjadi perhatian setelah beredar di media sosial. Kasus tersebut terungkap pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 07.38 WIB setelah petugas UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dairi menerima laporan warga mengenai seorang anak laki-laki di kawasan Jalan Merdeka, belakang Gedung Nasional Sidikalang, dalam kondisi memprihatinkan.
Petugas kemudian mengevakuasi AGP yang ditemukan dalam kondisi trauma dan mengalami sejumlah luka. Petugas UPTD PPA Dairi, Denny Siringo-ringo, menyebut korban mengalami luka pada bibir, lebam dan luka bernanah di lengan, pembengkakan pada kedua kaki serta goresan di kedua pelipis.
Saat proses evakuasi, seorang perempuan dewasa yang mengaku sebagai keluarga korban sempat menghalangi petugas memberikan penanganan medis. Setelah petugas menunjukkan identitas resmi, AGP akhirnya dibawa ke RSUD Sidikalang untuk mendapatkan perawatan sekaligus menjalani visum et repertum (VER).
Dalam perjalanan menuju rumah sakit, petugas melakukan pendekatan secara persuasif. Dalam kondisi ketakutan, AGP kemudian mengungkapkan bahwa luka-luka yang dialaminya diduga akibat perlakuan kasar dari bibi kandungnya yang disebut sebagai mamak tua.
Dari pemeriksaan lebih lanjut, petugas mengetahui AP juga diduga menjadi korban kekerasan oleh RS. UPTD PPA Dairi bersama Unit PPA Satreskrim Polres Dairi kemudian mengamankan RS ke Kantor Satreskrim Polres Dairi untuk menjalani pemeriksaan.
Kasat Humas Polres Dairi AKP Syahril Ramadhan membenarkan pengamanan tersebut. “Terduga pelaku sudah diamankan dan masih dimintai keterangan,” katanya.
RS terancam dijerat Pasal 80 Ayat (1) dan (2) juncto Pasal 76C UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Kasus tersebut masih dalam penanganan Unit PPA Satreskrim Polres Dairi.(id142)


























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda