Breaking News
Memuat breaking news...

Masyarakat Berharap Migor Kembali Murah

Redaksi
Redaksi
Jumat, 18 Maret 2022 - 3.20 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SERDANGBEDAGAI (Waspada) : Minyak goreng itu adalah kebutuhan pokok masyarakat. Sejatinya masyarakat sangat mengharapkan harga minyak goreng itu murah.

Menurut salah seorang pedagang gorengan yang berada di Desa Pematang Setrak Kecamatan Teluk Mengkudu saat ditemui Jumat (18/3), bernama Manto, 60, mengatakan sudah dari semalam harga minyak curah Rp 16 ribu perkilo.

Wak man sapaan akrabnya mengungkapkan kalau yang kemaren itu masih Rp 14 ribu perkilo.

"Saya berharap kepada pemerintah kalau bisa harga migor jangan terlalu mahal harganya. Gak mungkin saya menaikkan harga jual gorengan, karena harga migor mahal," katanya.

Sementara itu pekerja toko Indomaret Dolok Masihul Dodi, 25, saat ditemui Jumat (18/3), mengatakan sudah tiga hari migor kemesan tidak ada.

Dodi juga mengatakan hari terakhir kami jual migor dihargai Rp 28 ribu per 2 kg. Belum ada kabar entah kapan lagi datang migornya.

Sementara itu seorang pedagang rumah makan di Dolok Masihul Kecamatan Dolok Masihul bernama Liana, 35, saat ditemui pada Jumat (18/3) menyebutkan harga minyak curah disini berharga Rp 16 ribu perkilo.

Menurutnya rumah makan kami menggunakan minyak makan yang kemesan. Selama dua hari kami bisa menghabiskan 1 kotak minyak kemesan.

"Kami sangat berharap migor dapat lebih murah. Sebab itu migor adalah kebutuhan pokok kami," sebutnya. (cml)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement