Breaking News
Memuat breaking news...

Masyarakat Diajak Lawan Politik Dinasti

Redaksi
Redaksi
Kamis, 22 Agustus 2024 - 4.13 PM WIB
Masyarakat Diajak Lawan Politik Dinasti
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Puluhan elemen massa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Medan, menggeruduk gedung DPRD Sumut, Kamis (22/8). Salah satu seruan mereka adalah mendesak masyarakat untuk melawan politik dinasti dan menyelamatkan demokrasi di Indonesia, yang telah tercabik-cabik akibat kapentingan segelintir pihak.

Sambil membawa spanduk bertuliskan "Selamatkan Demokrasi, Lawan Dinasti", kordinator aksi Surya Dermawan Nasution mengatakan, aksi unjuk rasa yang digelar merupakan bentuk keprihatinan atas tercabik-cabiknya demokrasi di tanah air.

"Kita sekarang sedang berduka atas pembangkangan yang dilakukan oleh DPR RI terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait undang-undang Pilkada. Mari kita bersatu menyelamatkan demokrasi yang saat ini sudah mati dan tercabik-cabik," teriak Dermawan.

Dengan suara lantang, massa pengunjuk rasa juga menyerukan agar semua elemen masyarakat bangkit untuk melawan politik dinasti yang telah merusak demokrasi saat ini.

Perlu diketahui, tandas pengunjuk rasa, putusan MK terkait Pilkada sudah bersifat final dan mengikat, sehingga wajib dipatuhi oleh semua pihak.

"Menurut Undang-Undang Dasar 1945, MK memiliki kewenangan dalam mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final, termasuk dalam perkara perselisihan hasil pemilihan umum, pemilihan kepala daerah (Pilkada)," katanya

Atas dasar itu, tambahnya, setiap putusan MK terkait Pilkada harus dipatuhi oleh para pihak yang terlibat, termasuk DPR RI, Komisi Pemilihan Umum (KPU), pemerintah daerah, serta calon kepala daerah.

"Kami mengecam keras sikap DPR yang dinilai melakukan pembangkangan hukum terhadap putusan MK. Rakyat harus bergerak melakukan perlawanan, untuk menyelamatkan demokrasi dan selamatkan Republik Indonesia,” seru pengunjuk rasa.

Namun aksi mahasiswa ini hanya berlangsung sebentar dan tidak ada seorangpun anggota dewan menerima aspirasinya, karena massa terlihat terburu-buru meninggalkan gedung DPRD Sumut, seraya berpamitan kepada aparat kepolisian yang berjaga-jaga di depan gerbang gedung dewan.(cpb)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement