Breaking News
Memuat breaking news...

Masyarakat Diserukan Jangan Ragu Pilih Edy Rahmayadi

Redaksi
Redaksi
Selasa, 15 Oktober 2024 - 9.55 PM WIB
Masyarakat Diserukan Jangan Ragu Pilih Edy Rahmayadi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

DELISERDANG (Waspada): Masyarakat Kabupaten Deliserdang diserukan agar jangan ragu lagi untuk memilih Edy Rahmayadi, menjadi Gubernur Sumut pada Pilgubsu 2024. Karena Provinsi Sumut memerlukan sosok Edy Rahmayadi, untuk kembali memimpin, dengan program-program pembangunan, guna peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Seruan itu disampaikan tokoh masyarakat Deliserdang Hj. Hazizah, di Jalan Galang, Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang, Selasa (15/10). Di sana, hari itu hadir sekitar 500 orang warga, menghadiri kampanye Calon Gubsu nomor urut 2 Edy Rahmayadi.

Di acara itu, Hj. Hazizah, menyerukan kepada peserta kampanye untuk mengajak saudara dan tetangganya, hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mencoblos Edy Rahmayadi-Hasan Basri Sagala. "Nanti kita ramai-ramai datang ke TPS dengan mencoblos nomor urut 2, Ayah Edy dan Bang Hasan Basri Sagala," katanya.

Hazizah mengungkapkan, Provinsi Sumut memerlukan sosok Edy Rahmayadi untuk kembali memimpin. Agar lebih baik ke depannya, dengan program-program pembangunan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Ini tekad bulat kami mendukung ayah (sapaan Edy Rahmayadi). Walaupun hujan-hujan, kami datang mendukung ayah Edy melanjutkan pembangunan dan menginginkan Sumut ini bermartabat," ucapnya.

Kenakalan Remaja

Sementara itu, Calon Gubsu Edy Rahmayadi, dalam kampanyenya menyoroti kenakalan remaja yang semakin marak sekarang ini. Seperti geng motor, narkoba hingga kejahatan jalanan. Karenanya, dia bersama Hasan Basri Sagala, mengaku sudah menyiapkan program-program untuk mencegah kenalan remaja tersebut.

Edy Rahmayadi mengungkapkan, bila terpilih menjadi Gubsu, akan dibuat program remaja aktif dalam kegiatan agama. Untuk yang beragama Islam, akan dioptimalkan aktif menjadi remaja masjid. Begitu juga untuk yang beragama lain, akan diaktifkan untuk kegiatan keagamaan mereka.

Dikatakan Edy Rahmayadi, perkembangan dan pertumbuhan anak-anak harus diperhatikan sejak dini. Yakni, dengan memfasilitasi mereka pendidikan dan agama. "Karena, para remaja ini masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045," katanya.

Edy Rahmayadi bilang bahwa mengurusi anak - anak, bukan merupakan pekerjaan ibu-ibu saja, tetapi ada keterlibatan pemerintah di dalamnya. Karena mereka adalah masa depan Indonesia dan Sumatera Utara. "Siapa yang menjaga remaja-remaja ini, berarti menjaga Sumatera Utara, begitu juga menjaga bangsa Indonesia," ujarnya.

Dengan membina anak-anak dengan pendekatan kegiatan keagamaan, Edy Rahmayadi percaya, dapat mencegah dan menjauhi mereka , dari aktivitas geng motor, hingga narkoba. "Geng motor itu takutnya sama emak-emak. Karena saya dulu juga pernah, kalau udah didatangi emak, saya kabur," ucap mantan Pangdam I/BB itu, disambut gelak tawa masyarakat yang hadir.

Untuk memberantas narkoba, Edy Rahmayadi sudah menyiapkan program-program penguatan pemberantasan narkoba dari tingkat dusun, desa, kelurahan hingga Kabupaten/Kota. Yaitu dengan mengaktifkan kembali peran masyarakat. "Narkoba harus kita berantas bersama. Pemerintah harus hadir di dalamnya," katanya.

Edy Rahmayadi menjelaskan bahwa setiap kali berkampanye di setiap di Kabupaten/Kota, dia mendengar permasalahan yang dihadapi masyarakat. Sehingga itu menjadi bahan evaluasi baginya. "Sehingga saya perlu suara para Bunda, bapak-bapak dan orang tua, yang memilih saya dan Hasan Basri Sagala pada 27 November 2024," ucapnya. (m07)

Waspada/Ist
Calon Gubsu Edy Rahmayadi, menyapa masyarakat, setibanya di lokasi acara, di Jalan Galang, Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang,

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement