Breaking News
Memuat breaking news...

Matangkan Persiapan Di Arafah, Muzdalifah, Dan Mina

Redaksi
Redaksi
Kamis, 15 Mei 2025 - 5.33 PM WIB
Matangkan Persiapan Di Arafah, Muzdalifah, Dan Mina
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MAKKAH (Waspada): Pemerintah Indonesia melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mematangkan persiapan layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) menjelang puncak haji.

Di sisi lain, Otoritas Saudi juga terus melakukan persiapan, antara lain di Arafah, Muzdalifah dan Mina, untuk membuat jemaah haji nyaman selama puncak haji.

Pantauan di lapangan pada, Kamis (15/5), pukul 09.20 waktu Arab Saudi, tampak tenda-tenda putih mulai diisi dengan karpet dan kasur yang bakal digunakan jemaah haji untuk wukuf pada 9 Zulhijah yang kemungkinan bertepatan 5 Juni nanti.

Petugas juga tampak membersihkan area sekitar tenda, mengecek kesiapan toilet hingga memastikan pendingin ruangan berfungsi dengan baik. Setiap tenda dilengkapi dengan pendingin ruangan agar jemaah nyaman selama wukuf.

Persiapan juga terlihat di jalanan menuju Muzdalifah dan Mina. Otoritas Saudi terus memperbaiki jalan dan berbagai fasilitas lain untuk memperlancar pergerakan jemaah selama mabit hingga lempar jumrah.

Sebagai informasi, jemaah haji Indonesia rencananya digerakkan ke Arafah untuk wukuf mulai 4 Juni. Setelah wukuf, jemaah akan bergerak ke Muzdalifah untuk mabit lalu berangkat menuju lokasi mabit di Mina.

Kementerian Agama telah menyiapkan skema murur untuk mengurangi kepadatan di Muzdalifah. Rencananya, 25% dari total 203.320 orang jemaah haji reguler akan diikutkan skema murur.

Skema murur ini diprioritaskan untuk jemaah haji lansia, disabilitas atau risiko tinggi. Mereka akan dibawa dengan bus dari Arafah melintasi Muzdalifah. Mereka yang ikut murur tidak turun untuk mabit di Muzdalifah dan langsung menuju Mina.

Berikutnya, pemerintah juga menyiapkan skema tanazul untuk mengurangi kepadatan saat mabit di Mina. Pemerintah menargetkan ada sekitar 37 ribu jemaah diikutkan skema tanazul.

Mereka yang mengikuti skema tanazul ini tetap mendapat hak tenda di Mina. Namun, jemaah yang diikutkan tanazul tidak menggunakannya dan dibawa untuk menginap di hotel dekat Jamarat ata lokasi lempar jumrah.

Jemaah akan dibawa lagi ke Mina untuk melempar jumrah sesuai dengan jadwal. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan delapan syarikah atau perusahaan layanan haji untuk kelancaran skema murur dan tanazul. (m33)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement