Breaking News
Memuat breaking news...

Megawati Imbau Perguruan Tinggi Bantu Tingkatkan Produktivitas Pangan

Redaksi
Redaksi
Senin, 10 Oktober 2022 - 3.50 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengimbau agar perguruan tinggi di Indonesia terutama fakultas pertanian, kelautan, dan perikanan bergerak bersama membangun hegemoni di bidang pangan.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. Megawati memiliki perhatian khusus agar Indonesia mampu ke luar dari tekanan global khususnya di bidang perekonomian, sehingga secepatnya bisa menggelorakan ekonomi rakyat.

"Bu Mega berpesan, mengimbau kepada seluruh perguruan tinggi terutama fakultas pertanian, kelautan, dan perikanan bergerak untuk bagaimana Indonesia membangun hegemoni di bidang pangan," ujar Hasto saat konferensi pers usai Talkshow "TNI adalah Kita" di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/10/2022)

Selain itu, diminta agar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga harus bergerak melakukan penelitian benih-benih unggul sehingga sektor kita mampu mencukupi bagi ketahanan pangan rakyat Indonesia.

Hal tersebut, kata Hasto, menjadi pokok bahasan saat Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Megawati Soekarnoputri berdiskusi bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Batu Tulis atau Hing Puri Bima Cakti di Bogor, Jawa Barat, kemarin.

"Karena itulah politik berdaulat di bidang pangan menjadi pembahasan serius Bu Mega dan Bapak Presiden Jokowi. Terutama agar perguruan tinggi pertanian, kelautan, dan perikanan agar mampu membantu meningkatkan produktivitas pangan," tutur Hasto.

Diketahui pertemuan antara Megawati dan Jokowi berlangsung selama 2 jam di Istana Batu Tulis. Hasto mengatakan, dalam pertemuan selama 2 jam itu Presiden Jokowi dan Megawati membahas berbagai persoalan.

Menurut dia, dalam diskusi mendalam itu juga dibahas langkah-langkah penting di dalam menghadapi krisis ekonomi dunia dan pangan. Hasto menuturkan, Megawati memang sangat menaruh perhatian terhadap krisis ekonomi dan pangan.

"Dan beliau membagi pengalaman lengkap menuntaskan krisis multidimensional. Saat itu seluruh jajaran Kabinet Gotong Royong benar-benar fokus dan terpimpin sehingga pada tahun 2004 Indonesia bisa keluar dari krisis," urainya.

"Pak Jokowi pun menegaskan keseriusan pemerintah, termasuk bagaimana para menteri harus fokus menangani berbagai tantangan perekonomian, krisis pangan-energi, dan tekanan internasional akibat pertarungan geopolitik," tutur Hasto. (irw)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement