Breaking News
Memuat breaking news...

Melirik Kuliner Khas Aceh Besar “Kanji Glee Taron” Menu Utama Ramadhan

Redaksi
Redaksi
Senin, 19 Januari 2026 - 2.35 PM WIB
Melirik Kuliner Khas Aceh Besar “Kanji Glee Taron” Menu Utama Ramadhan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

ACEH BESAR (Waapada.id): Ie Bu Kanji atau yang lebih dikenal nama Kanji Glee Taron merupakan kuliner khas Aceh Besar yang diracik dari 44 jenis daun yang dipetik dari hutan Glee Taron Mata Ie. Makanan tradisional produksi oleh ibu-ibu Gampong Leu Ue, Darul Imarah, Aceh Besar.

Guna meningkatkan produksi dan memperkenalkan lebih luas ke masyarakat kuliner tradisional Kanji Glee Taron, Hasan Bin Banta selaku Ketua Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD) Rimueng Tuhan Gampong Leu Ue mengelar pertemuan dengan kalangan ibu-ibu Gampong Leu ue dalam mengelola Kanji Glee Taron.

Pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) berupa 44 jenis daun hutan menjadi Kanji Glee Taron dihadiri oleh Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Darul Imarah Hasbi dan Penyuluh Kehutanan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah I Aceh Zura Amali, SP di Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Minggu, (18/1).

Pada pertemuan tersebut, Hasan Bin Banta selaku Ketua LPHD Rimueng Tuhan menyampaikan upaya pembinaan terhadap pelaku produksi Kanji Glee Taron bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi dan pemasaran. Selain itu untuk memberikan kontribusi dalam program ketahanan pangan nasional.

“Kita ingin produksi kuliner tradisional khas Aceh Besar ini semakin dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu, kami merasa perlu mengerakkan kembali spirit ibu-ibu pelaku usaha ini untuk meningkatkan hasil produksi dan memperkenalkan makanan khas aceh agar tidak dilupakan dan kalah saing dengan makanan modern. Sementara itu, kami membantu promosi dan pemasaran, sehinga dapat meningkatkan pendapatan mereka dan disisi lain menjadi bagian untuk menyukseskan program pangan nasional”, ujarnya.

Hasbi Ketua KTNA Kecamatan Darul Imarah menyambut baik upaya membumikan produk kearifan lokal. Menurut Hasbi, Ie Bu Kanji atau Kanji Glee Taron merupakan kuliner yang sangat digemari, terutama sebagai makanan berbuka puasa.

“Ini produk makanan yang sangat digemari masyarakat, apalagi saat bulan Ramadhan sebagai menu berbuka puasa. Ada kelebihan lain yang tidak banyak diketahui, Kanji Glee Taron yang diracik dari berbagai jenis dedaunan ini, juga bisa bermanfaat untuk kesehatan”, imbuh mantan Imum Mukim Daroy Jeumpet.

Sementara itu, Penyuluh Kehutanan KPH Wilayah I Aceh Zura Amali, SP menyampaikan pihaknya sangat mendukung upaya ini dalam memanfaatkan HHBK untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian hutan.

“Setelah saya pelajari produk kuliner ini menjadi salah satu produk kearifan lokal yang harus terus dilestarikan. Apalagi bumbu racikan diperoleh dari daun-daunan yang banyak terdapat di Gunung Glee Taron. Dari sisi peraturan kehutanan, saya pikir tidak masalah, karena yang diambil daun yang tumbuh di lereng-lereng gunung (non kayu)”, pungkasnya. (id65)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement