Menag Harap Program FSD Lahirkan Intelektual Terbaik Masa DepanMenag Harap Program FSD Lahirkan Intelektual Terbaik Masa Depan

TANGERANG SELATAN (Waspada.id): Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar berharap program Future Scholars Development (FSD) yang diluncurkan Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Cabang Ciputat bersama PC PMII Ciputat dapat melahirkan intelektual terbaik yang mampu berkontribusi bagi masa depan bangsa.
Harapan tersebut disampaikan Nasaruddin Umar saat memberikan keynote speech dalam peluncuran FSD di Aula NICT UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Tangerang Selatan, Kamis (20/8/2026).
Menurut Nasaruddin, tantangan pendidikan di masa depan tidak cukup dijawab dengan kecerdasan intelektual. Generasi muda perlu memiliki kemampuan mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, spiritualitas, dan integritas moral.
"Kepemimpinan peradaban masa depan sangat bergantung pada integrasi antara kecerdasan intelektual dan spiritual. Pemanfaatan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan harus dibingkai etika akademik yang ketat," ujar Nasaruddin.
Ia menegaskan, penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia akademik harus ditempatkan sebagai instrumen untuk memperkuat proses pembelajaran dan penelitian, bukan sebagai jalan pintas.
Menurutnya, AI harus dimanfaatkan secara bertanggung jawab agar karya ilmiah yang dihasilkan tidak hanya memiliki kualitas akademik, tetapi juga menjunjung tinggi integritas serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Nasaruddin juga mendorong generasi muda Indonesia untuk memperluas orientasi akademiknya. Peluang global, kata dia, tidak sebatas beasiswa jenjang magister dan doktoral, tetapi juga mencakup pertukaran akademik, kolaborasi riset internasional, dan pengembangan solusi atas persoalan global.
"Indonesia membutuhkan lebih banyak mahasiswa dan peneliti yang berani masuk ke ruang-ruang kolaborasi internasional," katanya.
Direktur FSD H. Papay Supriatna mengatakan, program tersebut lahir dari keprihatinan terhadap masih banyaknya mahasiswa dan kader potensial yang belum mampu menembus ruang akademik global karena keterbatasan pendampingan, informasi, kemampuan bahasa asing, maupun literasi teknologi.
"FSD tidak hanya diposisikan sebagai wadah pelatihan bahasa formal, melainkan sebuah ekosistem pembinaan holistik. Generasi muda saat ini jangan hanya jadi penonton dalam dinamika perubahan global," ujar Papay.
Ia mengatakan FSD dirancang untuk menjembatani potensi generasi muda dengan peluang pendidikan global melalui penguatan bahasa internasional, kapasitas riset, penyusunan dokumen akademik, pemetaan profesor internasional, hingga pemanfaatan AI secara etis.
"Selama ini banyak mahasiswa berhenti pada mimpi. Kami ingin membantu mereka sampai pada tahap persiapan untuk siap mencari beasiswa di mana pun," katanya.
Ketua IKA PMII Cabang Ciputat H. Muhammad Jamilun mengatakan FSD merupakan bentuk tanggung jawab moral alumni dalam menjaga keberlanjutan regenerasi intelektual bangsa.
Menurutnya, Ciputat memiliki sejarah panjang sebagai ruang tumbuh intelektual dan pemikiran Islam. Karena itu, kehadiran FSD diharapkan semakin memperkuat tradisi tersebut dengan melahirkan generasi yang memiliki kapasitas akademik sekaligus komitmen kebangsaan dan kepedulian sosial.
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Asep Saepuddin Jahar, Ph.D., menilai FSD relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Penguasaan bahasa internasional dan literasi AI, menurutnya, menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing akademik generasi muda di tingkat global.
Sementara itu, PIC peluncuran FSD Muhammad Kholis Hamdy mengatakan program tersebut secara khusus menjawab tiga persoalan utama, yakni rendahnya kemampuan bahasa asing berstandar internasional, minimnya pendampingan penyusunan dokumen akademik, serta rendahnya literasi penggunaan AI secara etis.
Program pembinaan FSD berlangsung selama empat bulan dengan materi antara lain TOEFL, IELTS, penyusunan proposal riset, pengembangan portofolio beasiswa, pemetaan profesor internasional, strategi cold-emailing, serta academic prompting berbasis AI yang mengedepankan prinsip bebas plagiarisme.
Peluncuran FSD ditutup dengan doa yang dipimpin H. Muhibbuddin Alawy. Program tersebut kini membuka open registration dan Diagnostic Placement Test bagi calon peserta dari berbagai latar belakang akademik dan profesi.(id11)


























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda