Breaking News
Memuat breaking news...

Menag Pimpin Doa Sidang Tahunan MPR, Ajak Bangsa Satukan Hati dan Pikiran

Redaksi
Redaksi
Jumat, 14 Agustus 2026 - 11.45 AM WIB
Menag Pimpin Doa Sidang Tahunan MPR, Ajak Bangsa Satukan Hati dan Pikiran
Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin doa dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin doa dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).

Dalam doanya, Menag Nasaruddin mengajak seluruh elemen bangsa menyatukan hati dan pikiran untuk memperkuat persatuan, kesatuan, dan kebersamaan dalam mewujudkan cita-cita Indonesia.

“Satukanlah hati dan pikiran kami untuk bersama-sama mencintai negeri kami,” doa Menag.

Ia juga berharap sidang tahunan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh potensi bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global.

“Semoga Sidang Tahunan kali ini menjadi momentum terbaik untuk menyinergikan segenap potensi bangsa yang telah Engkau anugerahkan kepada kami,” ujarnya.

Nasaruddin juga memanjatkan doa agar bangsa Indonesia dilindungi dari fitnah, pengkhianatan, tipu daya, dan berbagai rekayasa negatif. Menag sekaligus mengingatkan pentingnya introspeksi terhadap kritik yang disampaikan kepada bangsa dan para pemimpinnya.

“Sadarkanlah diri kami untuk mengoreksi diri jika fitnah dan kritikan mereka benar. Ampunilah mereka jika fitnah dan kritikan mereka keliru,” ujarnya.

Dalam doanya, Menag turut memohon pertolongan bagi masyarakat yang terdhalimi dan lemah, tanpa membedakan latar belakang ketaatan beragama. Ia juga meminta kekuatan bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi perjalanan panjang pembangunan dan berbagai tantangan yang masih dihadapi.

“Masih panjang jalan yang harus kami tempuh, masih besar tantangan yang harus kami hadapi, masih banyak tanggung jawab yang harus kami emban,” ucapnya.

Menag menutup doa dengan memohon ampunan atas dosa dan kekeliruan seluruh bangsa, para orang tua, pemimpin, serta para pahlawan bangsa. Ia juga mendoakan agar Indonesia menjadi negeri yang baik, tenteram, sejahtera, dan berada dalam ampunan Tuhan.

“Jadikanlah bangsa dan negeri kami sebagai baldatun thayyibah warabbun gafur, negeri yang gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo,” pungkasnya.(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement