Breaking News
Memuat breaking news...

Menkeu Purbaya Akan "Sikat" Bankir BUMN Beli Dolar AS Dari Dana Rp 200 Triliun

Redaksi
Redaksi
Jumat, 10 Oktober 2025 - 6.04 PM WIB
Menkeu Purbaya Akan "Sikat" Bankir BUMN Beli Dolar AS Dari Dana Rp 200 Triliun
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akan "sikat" bankir bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membeli dolar AS dari dana yang ditempatkan sebesar Rp 200 triliun.

Hal itu ia sampaikan karena sempat mendapat pertanyaan dari Bank Mandiri soal pemanfaatan anggaran Rp 200 triliun. Menkeu menyarankan agar alokasi penempatan dana Rp 200 triliun bisa disalurkan bank BUMN kepada kegiatan pemberdayaan masyarakat.

"Saya tanya, berapa pertumbuhan kredit anda sekarang? Sebelumnya 8 persen, begitu saya inject itu udah naik ke 11 persen. Terus dia tanya ke saya boleh enggak saya kasih pinjem uang itu ke properti dan otomotif, saya bilang boleh saja," ujar Purbaya dalam acara Investor Daily Summit 2025 di Jakarta, Jumat (10/10/2025).

"Sebetulnya operasi keuangan saya enggak ada urusan, uangnya mau ditaruh di mana, yang penting jangan beli dollar ya. Kalau beli dollar saya sikat dia. Saya pengawas Danantara, masih bisa nyikat," tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan telah mengucurkan dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun ke bank-bank BUMN, yaitu Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Dari kelima bank tersebut, tercatat realisasi serapan anggaran dari BTN yang paling rendah di antara lainnya.

"Kalau anda lihat tuh sebelah kanan tuh saya kasih ke mandiri Rp 55 triliun, dia udah nyalurin 74 persen. BRI udah nyalurin 62 persen, BNI udah 50 persen. BTN baru 19 persen," ujarnya.

Meski begitu, Purbaya tetap memuji realisasi serapan anggaran dari BTN yang bisa menguntungkan secara internal. (Id88)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement