Breaking News
Memuat breaking news...

Mentrans: Kawasan transmigrasi berperan penting bagi swasembada pangan

Redaksi
Redaksi
Kamis, 30 April 2026 - 2.13 PM WIB
Mentrans: Kawasan transmigrasi berperan penting bagi swasembada pangan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Jakarta (ANTARA) - Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara menuturkan kawasan transmigrasi berperan penting dalam keberhasilan program swasembada pangan nasional.

"Swasembada beras misalkan, itu ada beberapa tempat seperti di Sumatera Selatan, 40 persen padinya disumbang dari kawasan transmigrasi. Juga di Merauke itu hampir lebih dari 60 persen disumbang dari kawasan transmigrasi," ucapnya di Jakarta, Selasa.

Tidak hanya beras, ia mengatakan pihaknya juga mengupayakan swasembada bagi komoditas pangan lainnya, seperti perikanan dan buah-buahan.

Sejumlah wilayah transmigrasi di Sulawesi Tengah berhasil menjadi penyumbang 80 persen produksi durian lokal.

Untuk mengoptimalkan potensi di kawasan transmigrasi tersebut, Kementerian Transmigrasi (Kementrans) pun menandatangani sejumlah nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Selain itu, Iftitah menyatakan pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk menjamin kejelasan status lahan yang disediakan bagi para transmigran.

Ia menyampaikan penyediaan lahan dengan kepastian status clean and clear merupakan hal yang penting untuk menjalankan transformasi program transmigrasi yang saat ini difokuskan kepada pembukaan lapangan kerja, hilirisasi dan industrialisasi komoditas, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kekuatan (program transmigrasi) kami itu dua, satu adalah lahannya, karena untuk menanam kan butuh lahan. Kedua adalah tenaga kerjanya, para transmigran itu sendiri," ujarnya.

Iftitah mengatakan untuk menjalankan transformasi tersebut, pihaknya menguatkan implementasi pengetahuan dan teknologi melalui kerja sama dengan sejumlah universitas di Indonesia dalam Program Transmigrasi Patriot.

Kolaborasi juga dibangun dengan berbagai investor potensial, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, salah satunya Pemerintah China untuk dapat memasarkan berbagai komoditas hasil olahan para transmigran.

"Tiongkok (China) juga merupakan salah satu off-taker yang kami approach (dekati) untuk kami bisa memasarkan hasil produk-produk transmigrasi," katanya.

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement