Breaking News
Memuat breaking news...

Miris, Jembatan Gantung Di Pedalaman Pidie Tidak Diperhatikan

Redaksi
Redaksi
Selasa, 14 Februari 2023 - 5.40 PM WIB
Miris, Jembatan Gantung Di Pedalaman Pidie Tidak Diperhatikan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SIGLI (Waspada): Meski kesepakatan perdamaian antara pemerintah Indonesia (RI) dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) telah berusia 17 tahun, namun jauh di pedalaman Kecamatan Geumpang Gampong, Kabupaten Pidie, tepatnya di Gampong Leupu, satu unit jembatan gantung diberi nama Jembatan Lhok Tukui dibiarkan rusak parah.

Hampir setiap tahun jembatan yang menjadi urat nadi masyarakat yang jauh tinggal di pedalaman, ini tidak mendapat jatah atau perhatian dari “kue” Anggaran Pendapatan Kabupaten (APBK) Pidie, konon lagi dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA), lebih lagi dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Pun begitu jembatan gantung yang dibangun 1989, ini dengan panjang 103 meter dan lebar 2 meter, ini pernah direhab pada tahun 2021. Namun yang namanya proyek rehab, apalagi direhab menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG), jembatan itu tidak bertahan lama dan sampai sekarang rusak parah.

Keuchik (kepala desa-red) Gampong Lupu, Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, Tgk Muhammad Isa, Selasa (14/2), menyampaikan harapan warga kepada pemerintah agar jembatan gantung Leupu, itu dapat dibangun tahun 2023.

Dia mengungkapkan kondisi jembatan tersebut sudah tidak layak lagi untuk dilalui. Hal ini sebut dia, lantaran semua bagian lantai jembatan yang berkontruksi kayu sudah lapuk dan patah-patah akibat dimakan usia.

Jembatan yang menghubungkan antar gampong tersebut bila terus dibiarkan mengancam jiwa warga. Hampir setiap detik jembatan itu mengintai jiwa warga yang melintas di atas tubuhnya yang sudah lapuk.

Karena itu masyarakat Kecamatan Geumpang khususnya Gampong Leupu, Gampong Bangkeh, Gampong Peucok, Gampong Keune, dan Gampong Pulo Lhoeh berharap jembatan itu dapat dibangun kembali dengan menggunakan kontruksi yang kokoh. Sebab, dengan bagusnya jembatan, ini maka akan memudahkan akses warga dalam melakukan berbagai aktivitas.

”Masyarakat Gampong Leupu dan sekitarnya sangat membutuhkan jembatan ini. Anak-anak sekolah, ibu-ibu yang berbelanja, dan para petani yang pergi ke sawah serta berjalan ke kebun akan lebih dekat bila melewati jembatan ini," katanya.(b06)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement