Breaking News
Memuat breaking news...

MK Didesak Putuskan Secepatnya Soal Sistem Poporsional Terbuka Atau Tertutup

Redaksi
Redaksi
Selasa, 24 Januari 2023 - 6.22 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Wakil Ketua MPR RI, Yandry Susanto mengingatkan Mahkamah Konstitusi (MK) bila pemilihan umum (Pemilu), menggunakan sistem proporsional tertutup, maka hal itu sama artinya tsunami bagi para calon anggota legislatif (caleg) yang lama juga yang baru akan mengundurkan diri secara masal.

Sebaliknya, jika sistem terbuka semangat untuk membangun demokrasi itu sangat tinggi.

Karena itu, putusan gugatan sistem proporsional terbuka dan tertutup, lebih cepat, lebih baik diputuskan.

“Khusus di PAN (Partai Amanat Nasional ), dan para caleg, baik yang lama atau yang baru. Jika menggunakan sistem tertutup dan lama gugatan itu diputuskan menjadi tersandera,” kata Yandry di Jakarta, Selasa (24/1).

Pimpinan MPR RI dari Fraksi PAN itu memprediksi, jika pemilu pencalegkan dilakukan secara tertutup, kemungkinan terjadi mundurnya secara massal para caleg.

Dia mengingatkan kepada MK, untuk menuju tahapan daftar calon sementara (DCS), itu perlu persiapan yang banyak, para caleg juga harus membuat surat kelakuan baik, buat keterangan sehat dan lain sebagainya, jadi tidak serta-merta semuanya bisa dadakan.

“Jadi kita minta kepada MK dan berharap keputusannya itu tetap mempertahankan hasil keputusan MK tahun 2008, yaitu sistem terbuka, atau suara terbanyak murni,” harap Yandry.

Sebab, jika dirubah, diyakininya demokrasi akan mundur dan dinamika menyapa rakyat akan terhenti dan lebih kita pastikan lagi kegiatan ekonomi akan tidak maksimal.

Dengan sistem terbuka, Yandry memperkirakan para caleg akan mencetak kalender, kaos, stiker dan perangkat kampanye, sehingga semuanya itu akan menggerakan ekonomi rakyat.

Ia pun berharap jangan menjadi pertanyaan terus di internal partai khususnya di PAN, sebaiknya MK mempertahankan keputusannya tahun 2008 dan disampaikan tidak terlalu lama.

“Saya sebagai ketua pemenangan pemilu nasional PAN, punya kepentingan untuk memulai semua tahapan itu dengan terang benderang, tidak lagi banyak pertanyaan-pertanyaan,” katanya.(j04)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement