Breaking News
Memuat breaking news...

MTQN ke-31 di Semarang Diikuti 2.242, Kemenag Tekankan Kepedulian Lingkungan

Redaksi
Redaksi
Selasa, 1 September 2026 - 2.07 PM WIB
MTQN ke-31 di Semarang Diikuti 2.242, Kemenag Tekankan Kepedulian Lingkungan
Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Sebanyak 2.242 peserta akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-31 di Semarang, Jawa Tengah, yang berlangsung pada 11–20 September 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama, Abu Rokhmad, mengatakan MTQN tidak sekadar menjadi ajang perlombaan dalam membaca, menghafal, memahami, dan mengkaji Al-Qur’an. Lebih dari itu, MTQN diarahkan menjadi sarana membentuk generasi Qurani yang memiliki akhlak, kedisiplinan, sikap moderat, dan inklusif.

“MTQN ini sangat erat kaitannya dengan pembentukan akhlak, kedisiplinan, moderasi, dan inklusivitas, serta bagaimana menjadikan mereka sebagai hamba sosial sekaligus pejuang tugas bangsa,” ujar Abu Rokhmad dalam jumpa pers tentang agenda Bimas Islam Kemenag di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Menurut Abu Rokhmad, nilai-nilai tersebut perlu diterjemahkan dalam kehidupan sosial. Para peserta MTQN diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan dalam bidang Al-Qur’an, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

Selain nilai akhlak dan sosial, Kemenag juga mendorong agar MTQN membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan dan ekologi. Kesadaran ekologis dinilai penting untuk ditanamkan sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an.

“Kami juga ingin mendorong agar MTQN mampu membangun kesadaran terhadap lingkungan dan ekologi. Selain berkaitan dengan tema dan praktik ramah lingkungan, MTQN juga mengajarkan bahwa mencintai Al-Qur’an berarti juga merawat bumi sebagai amanah Tuhan,” katanya.

Abu Rokhmad menjelaskan, pesan mengenai kepedulian lingkungan tersebut tidak berhenti pada konsep, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan pendukung. Salah satunya melalui seminar internasional yang sebelumnya diselenggarakan di Universitas Negeri Semarang (UNNES), Semarang.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas perspektif mengenai hubungan nilai-nilai Al-Qur’an dengan persoalan lingkungan. Menurutnya, kecintaan terhadap Al-Qur’an harus tercermin dalam perilaku manusia dalam menjaga alam.

“Nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama manusia, tetapi juga dengan bagaimana manusia menjaga alam,” ujarnya.


Delapan Cabang Musabaqah

MTQ Nasional ke-31 akan mempertandingkan delapan cabang musabaqah. Cabang Seni Baca Al-Qur’an diikuti 329 peserta, Qira’at Al-Qur’an sebanyak 184 peserta, Hafalan Al-Qur’an 331 peserta, Tafsir Al-Qur’an 130 peserta, Fahmil Qur’an 196 peserta, Syarhil Qur’an 202 peserta, Seni Kaligrafi Al-Qur’an 315 peserta, serta Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) sebanyak 64 peserta.

Menurut Abu Rokhmad, keberagaman cabang tersebut menunjukkan bahwa MTQN tidak hanya mengembangkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memperluas ruang bagi peserta untuk memahami, menjelaskan, menafsirkan, menulis, dan mengekspresikan nilai-nilai Al-Qur’an melalui berbagai bidang.

Karena itu, MTQN diharapkan mampu melahirkan generasi yang memiliki kompetensi keagamaan sekaligus karakter sosial yang kuat.
“Nilai-nilai yang ingin kami tanamkan melalui MTQN mencakup akhlak, kedisiplinan, moderasi beragama, inklusivitas, kepedulian sosial, hingga kepedulian terhadap lingkungan,” kata Abu Rokhmad.

Ia berharap para peserta tidak berhenti pada pencapaian sebagai juara dalam kompetisi, tetapi mampu membawa nilai-nilai Al-Qur’an ke tengah kehidupan masyarakat.

“Harapannya, para peserta tidak hanya menjadi pribadi yang mencintai Al-Qur’an, tetapi juga mampu menerjemahkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga bumi sebagai amanah dari Allah SWT,” katanya.

Abu Rokhmad menambahkan, pesan tersebut juga menjadi bagian dari makna dan filosofi yang hendak ditampilkan melalui identitas MTQN ke-31. Logo dan berbagai elemen visual MTQN diharapkan tidak sekadar menjadi simbol kegiatan, tetapi merepresentasikan semangat membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement