Breaking News
Memuat breaking news...

Mudik Lebaran 2026 Lebih Lancar, Tapi Rest Area Dan Pelabuhan Masih Bermasalah

Redaksi
Redaksi
Kamis, 9 April 2026 - 8.33 PM WIB
Mudik Lebaran 2026 Lebih Lancar, Tapi Rest Area Dan Pelabuhan Masih Bermasalah
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Wasoada.id): Di tengah lonjakan mobilitas hingga 147 juta orang, pelaksanaan mudik dan arus balik Lebaran 2026 dinilai lebih terkendali dengan penurunan angka kecelakaan, meski sejumlah titik kepadatan masih menjadi catatan evaluasi.

Anggota Komisi V DPR, Danang Wicaksana Sulistya, mengatakan data sementara dari Kementerian Perhubungan menunjukkan peningkatan signifikan pergerakan masyarakat dibanding tahun sebelumnya, namun diikuti tren penurunan fatalitas kecelakaan.

“Pergerakan mencapai sekitar 147 juta orang, dan alhamdulillah tingkat fatalitas menurun,” ujarnya, dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema "Catatan Evaluasi Arus Mudik 2026" di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Ia menegaskan DPR tetap mendorong target zero accident dalam penyelenggaraan mudik nasional, meski capaian tahun ini dinilai positif.

Keberhasilan tersebut, lanjutnya, ditopang kolaborasi lintas lembaga, mulai dari Kementerian Perhubungan sebagai koordinator, Kementerian Pekerjaan Umum dalam infrastruktur, BMKG untuk informasi cuaca, hingga pengaturan lalu lintas oleh Korlantas Polri.

Namun, Danang menyoroti kepadatan di ruas Tol Trans Jawa, khususnya wilayah Cirebon, yang dipicu keterbatasan kapasitas rest area hingga menyebabkan antrean kendaraan ke badan jalan.

“Rest area di Cirebon perlu ditingkatkan karena menjadi titik tengah krusial bagi pemudik,” katanya.

Selain itu, kepadatan juga terjadi di sejumlah lintasan penyeberangan, termasuk rute Gilimanuk–Ketapang yang tahun ini dipengaruhi momentum Hari Raya Nyepi. Meski sempat terjadi antrean, ia mengapresiasi respons cepat petugas di lapangan.

Danang juga menilai kebijakan work from anywhere (WFA) efektif mengurai kepadatan dengan menyebar puncak arus perjalanan. Ia menyebut kebijakan tersebut berpotensi menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan mudik nasional.(id89)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement