Breaking News
Memuat breaking news...

MUI Medan Ingatkan Pentingnya Peran Umat Islam Dalam Peta Politik di Indonesia

Redaksi
Redaksi
Selasa, 21 November 2023 - 3.37 PM WIB
MUI Medan Ingatkan Pentingnya Peran Umat Islam Dalam Peta Politik di Indonesia
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan terus mengingatkan umat Islam untuk "melek' politik, sehingga nantinya dapat menentukan sosok pemimpin yang dipilihnya dalam setiap pesta demokrasi di Indonesia.

Hal ini dikatakan Wakil Ketua Umum MUI Kota Medan, Drs Burhanuddin Damanik, MA saat menjadi narasumber dalam Seminar Peran Umat Islam dalam Peta Politik di Indonesia yang dilaksanakan oleh Komisi Siyasah Syar'iyah dan Kerjasama Antar Lembaga MUI Medan, Selasa (21/11) di aula kantor MUI Medan.

Hadir juga sebagai narasumber Anggota Siyasah Syar'iyah dan Kerjasama Antar Lembaga MUI Medan, Badrin Rizaldi, SAg, dengan peserta dari pengurus MUI kecamatan dan majelis taklim di Kota Medan serta moderator anggota komisi Siyasah Syar'iyah dan Kerjasama Antar Lembaga MUI Medan, Abdul Aziz, ST.

Dikatakan Burhanuddin, di dalam Islam politik mendapat kedudukan dan tempat yang hukumnya bisa menjadi wajib. Jadi Islam tidak alergi dengan politik. Sejak zaman Rasulullah SAW sudah ada politik dan politik itu identik dengan pemerintahan.

"Politik itu adalah upaya menjadikan seseorang atau kelompok berkuasa. Jadi kita wajib gunakan hak politik kita dalam memilih atau menjadi yang berkuasa. Politik jangan diabaikan, meski banyak diantara kita yang berada di pisisi labil dalam menggunakan hak politiknya," kata Burhanuddin.

Namun memang sangat disayangkan, umat Islam belum memahami pentingnya memilih, sehingga umat Islam selalu tertinggal dalam bidang politik.

"MUI Medan bertanggungjawab memberi pendidikan politik umat Islam dengan harapan benar-benar muncul kesadaran masyarakat pentingnya politik. Jadi melalui seminar ini, para ulama dapat mengingatkan pada jamaahnya agar berperan dalam politik, khususnya pada Pemilu 2024, dengan memberikan hak suara. Serta tidak menjelek-jelekkan calon pilihan orang lain yang tidak sefaham dengannya," tegas Burhanuddin.

Sementara Badrin Rizaldi mengatakan, urusan politik dan Islam merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Sebab Islam bukanlah agama yang hanya mengatur persoalan ibadah individu semata, melainkan mengajarkan segala urusan hidup.

Salahsatunya persoalan politik kenegaraan sebagai alat untuk mengontrol agar para penguasa tidak melakukan kebijakan dengan sewenang-wenang serta melanggar rambu keislaman.

"Islam dan politik mempunyai titik singgung yang erat, bila keduanya dipahami sebagai sarana untuk menata kebutuhan hidup manusia secara menyeluruh. Islam tidak dijadikan kedok untuk mencapai kepercayaan dan pengaruh dari masyarakat semata," paparnya. (h01)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement