Breaking News
Memuat breaking news...

MUI Sesalkan Demo di Rumah Bupati Tapsel

Redaksi
Redaksi
Kamis, 15 Agustus 2024 - 8.56 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TAPSEL (Waspada): Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tapanuli Selatan menyayangkan aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah LSM di rumah dinas Bupati Tapsel Dolly Pasaribu.

Sebab aksi tersebut dianggap tidak beretika karena sudah menyerang fisik seseorang. Apalagi aksi tersebut ditujukan kepada seorang kepala daerah, Dolly Pasaribu yang notabene dipilih langsung oleh masyarakat Tapsel.

"Kami menduga demo tersebut tidak beretika menyerang pribadi seorang kepala daerah yang dipilih langsung masyarakat," ujar Ketua MUI Tapsel KH Ahmad Gozali kepada wartawan , Kamis (15/8).

Disebutkan Ahmad, bahwa Allah SWT melarang kita merendah rendahkan orang lain dan melakukan penghinaan, apalagi dia pemimpin umat.

"MUI sangat menyesalkan hal ini, karen yang dihina bentuk fisik itu adalah ciptaan Allah dan seorang pemimpin yang agamais di Tapsel," tutur Ahmad.

Lebih lanjut KH Ahmad Ghozali.meminta masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya kepada Bupati Tapsel agar mengkedepankan etika berdemokrasi.

"Unjuk rasa boleh, tapi harus beretika. Menyampaikan aspirasi tidak dilarang, karena hal itu hak warga negara. Tetapi jangan fisik seseorang,karena beliau adalah ciptaan Allah," tutur KH. Ahmad.(m28)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement