Breaking News
Memuat breaking news...

Muncul Varian XE Di Inggris, Kembali Perketat Karantina Dan Percepatan Vaksinasi

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 16 April 2022 - 3.24 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Sultan B Najamudin mengingatkan pemerintah untuk kembali menerapkan sistem karantina bagi pengunjung asing dan warga negara Indonesia yang baru tiba di tanah air pasca ditemukan varian baru Corona virus bernama XE di Inggris.

"Kita semua tentu berharap penularan virus Covid-19 yang kini berangsur pulih tidak lagi mengalami lonjakan yang berarti. Sehingga langkah pencegahan terhadap masuknya varian baru dari virus yang terus bermutasi ini harus ditingkatkan, terutama dari negara ditemukannya varian baru tersebut", kata Sultan melalui keterangan tertulisnya yang diterima, Sabtu (16/04), di Jakarta.

Menurut Sultan, kesuksesan pengendalian terhadap epidemi Covid-19, diawali dengan mengontrol secara ketat setiap pintu masuk dan dan memastikan semua individu yang masuk ke Indonesia untuk dideteksi setiap gejala kesehatannya dan dikarantina secara ketat.

Karena selama ini Indonesia sangat rentan terpapar jenis varian baru yang muncul di luar negeri.

"Konon Varian XE ini jauh lebih cepat lagi penularan dan mungkin lebih berbahaya tingkat resikonya. Jangan sampai kita kecolongan lagi ketika masyarakat sudah merasa bebas untuk beraktivitas secara normal, terutama di tengah suasana mudik lebaran saat ini", tandasnya.

Selanjutnya, mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu mendorong pemerintah untuk mempercepat proses vaksinasi bagi semua masyarakat secara lengkap. Vaksin yang lengkap setidaknya menjadikan masyarakat menjadi lebih tahan dan tidak menyebabkan kepanikan ketika terpapar.

"Karantina dan pelacakan di setiap pintu masuk bandara menjadi upaya pencegahan yang sangat diandalkan untuk menekan potensi masuknya varian XE tersebut. Semoga varian baru ini tidak menjadi hambatan yang berarti Proses transisi dari pandemi menuju status endemi", tutupnya.(J05)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement