Breaking News
Memuat breaking news...

Muslim Inggris Minati Peci Motif Kerawang Gayo Jamiun Sahir

Redaksi
Redaksi
Minggu, 16 Juni 2024 - 7.15 PM WIB
Muslim Inggris Minati Peci Motif Kerawang Gayo Jamiun Sahir
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Peci (bulang) bermotif Kerawang Gayo produk Jamiun Sahir diminati kalangan muslim di London, Inggris, Minggu (16/6).

Hal itu disampaikan Jamiun Sahir kepada Waspada melalui pesan WhatsApp. "Alhamdulillah, tadi, disampaikan adik sepupu (Yusradi Usman al-Gayoni), ada muslim di London, yang berminat terhadap peci (bulang) Kerawang Gayo yang saya produksi. Insya Allah mereka mau pesan," kata Jamiun Sahir, perajin Kerawang Gayo.

Mereka (muslim di Inggris), cerita Sahir, sudah lebaran Idul Adha hari ini. "Kata adik sepupu tadi, selepas Shalat Idul Adha, salam-salaman, dan pulang ke rumah dari masjid, ada jamaah yang tertarik dan memesan bulang kKerawang tadi. Insya Allah, dalam waktu dekat disiapkan dan jastip (jasa titip) ke Diaspora Indonesia-Inggris yang mau berangkat ke London," sebut Sahir.

Dilanjutkan Jamiun Sahir, tujuh bulan lalu, saat Yusradi dan keluarga berangkat ke London, dalam rangka studi, dia memberikan Yusradi dan kedua anaknya peci Kerawang Gayo.

Menurut pengakuannya, peci tadi selalu dipakainya pas Shalat Jumat, buka puasa, dan pas ada kegiatan di masjid-masjid dan komunitas dari berbagai negara yang ada di tempat tinggalnya, daerah Sutton, London. Untuk mengenalkan kerawang tadi juga sebetulnya. Dia aktif jamaah di masjid dan masjid lainnya, bergabung dengan komunitas muslim di sana, selain berhubungan baik dengan komunitas dari berbagai negara lainnya.

Jamiun Sahir memulai menjahit peci Kerawang Gayo di ibukota, Jakarta, tahun 2004. "Waktu itu, sempat berhenti kerja. Sambil menjaga kios di rumah, saya belajar menjahit peci kerawang Gayo secara otodidak. Anak yang sulung masih berumur dua tahun. Alhamdulillah, berjalan lancar. Tapi, sempat berhenti lagi. Pas Covid, jalan lagi. Saat itu, pergerakan dibatasi. Akhirnya, saya produksi bulang Kerawang Gayo lagi," tuturnya.

Produksi Kerawang Gayo itu, ungkapnya, selain untuk menambah pemasukan, juga untuk memperkenalkan peci bermotif Kerawang Gayo.

"Di samping orang Gayo, ada juga yang bukan orang Gayo yang beli di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Sekarang, Alhamdulillah, ada juga yang pesan dari London. Mudah-mudahan makin membukakan pasar Kerawang Gayo di sana. Kerawang Gayo pun makin dikenal, melalui Yusradi," ujarnya.

Dihubungi Waspada terpisah, Diaspora Indonesia-Inggris, Yusradi Usman al-Gayoni, membenarkan hal tersebut.

"Benar, saat sampai di rumah, selepas Shalat Idul Adha dari masjid, langsung saya komunikasikan ke Indonesia. Ada jamaah yang berminat dan memesan. Yang dari Maroko, suka motif Kerawang Gayo yang saya pakai, warna emas," katanya.

"Founder World Gayonese Community (Diaspora Gayo Dunia) yang sudah beranggotakan 30 negara tersebut yang ikut mengenalkan kopi Gayo dan bersama keluarga dalam sebulan ini, juga berjualan rendang, kuliner asal Sumatera Barat yang menyasar warga Indonesia di London," demikian Yusradi.(cno)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement