Breaking News
Memuat breaking news...

Nek Salamah, Korban Konflik Di Rumoh Geudong Terima Kursi Roda

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 24 Juni 2023 - 8.15 PM WIB
Nek Salamah, Korban Konflik Di Rumoh Geudong Terima Kursi Roda
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SIGLI (Waspada): Nek Salamah Binti Agani, 80, warga Gampong Lancang Timu, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, menerima kursi roda dan Sembako dari Pemerintah Kabupaten Pidie, Sabtu (24/6).

Kursi roda dan Sembako, itu diserahkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie dr Arika Husnayanti Aboebakar Sp. OG, (K) mewakili Penjabat (Pj) Bupati Pidie Ir Wahyudi Adisiswanto M.S.I, langsung di kediaman Salamah di Gampong Lancang Timur, Kecamatan Kembang Tanjong.

Nek Salamah Binti Agani, merupakan salah satu korban konflik yang masih hidup. Perempuan ini pernah merasakan tindakan kekerasan di Rumoh Geudong sekira 25 tahun lalu.

“Kami datang untuk menyerahkan kursi roda untuk Nek Salamah. Semoga dengan adanya kursi roda bisa bermanfaat bagi ibu Salamah," kata dr Ika, sapaan akrab dr Arika Husnayanti Aboebakar.

Pantauan Waspada, saat bertemu dr Ika, Nek Salamah Binti A. Gani sangat senang dan sumringah. Nek Salamah terlihat beberapa kali menciumi Kadis Kesehatan Pidie tersebut. Dalam bincang-bincang dengan Kadiskes Pidie, itu Nek Salamah mengeluhkan bermacam penyakit, selain mengeluh sakit di bagian pinggang, Ia juga mengeluhkan matanya yang kurang jelas meski sudah dioperasi.

Mendengar keluhan tersebut, dr Arika Husnayanti Abobekar Sp.OG, (K) yang didampingi Kabid Sumber Daya Kesehatan, Dinkes Pidie Syamsul Bahri ST,MT, berjanji akan merawat mata Nek Salamah, juga membuatkan kacamata yang bagus. Lanjut dr Arika, pada 27 Juni 2023, saat Presiden RI Joko Widodo datang ke Pidie, Presiden akan memberikan kartu untuk korban konflik termasuk Nek Salamah. Dengan menggunakan kartu tersebut, Nek Salamah bisa berobat ke semua rumah sakit milik pemerintah yang ada di Indonesia.

“Nanti kita proses ya bu. Kita rawat matanya, juga kita buat kacamata yang bagus ya bu,” kata dr Arika Husnayanti.

Mendengar penjelasan Kadiskes Pidie, tersebut dengan nada merengek manja, Nek Salamah Binti A.Gani yang berbicara dalam Bahasa Aceh menyampaikan rasa senang dan bahagianya karena pemerintah mau merawat kesehatannya. Dengan begitu katanya, dia akan mudah beribadah, seperti melaksanakan shalat lima waktu dan ibadah lainnya. “Subhannallah, saya sangat senang dan mau dirawat agar saya sahat dan bisa selalu beribadah,” katanya (b06)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement