Breaking News
Memuat breaking news...

Nelayan Asal P. Brandan Dianiaya Petugas APMM Malaysia

Redaksi
Redaksi
Rabu, 18 Januari 2023 - 10.18 PM WIB
Nelayan Asal P. Brandan Dianiaya Petugas APMM Malaysia
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

P. BRANDAN (Waspada): Buntut dugaan penganiayaan lima nelayan pancing asal P. Brandan Kab. Langkat oleh petugas Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Malaysia, DPW Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI) Sumut menyurati Dirjen PSDKP.

Ketua DPW PNTI Sumut Adhan Nur SE ketika dikonfirmasi, Rabu (18/1/2023) mengatakan sudah menyurati Dirjen PSDKP Jakarta dan Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Belawan.

"Terkait pemukulan nelayan asal P. Brandan. Kita sudah membuat laporan ke Dirjen PSDKP dan Stasiun PSDKP Belawan pada 6 Januari dan 16 Januari 2023," jelas Adhan Nur.

Disebutkan, sebelumnya DPW PNTI Sumut mendapat laporan adanya pemukulan dan perampasan hasil tangkapan nelayan asal Sei Bilah Kec. Sei Lepan, Kab. Langkat oleh pihak Patroli Laut APMM Malaysia pada 4 Januari 2023.

"Menurut keterangan nelayan-nelayan itu sebelumnya mereka sedang beraktivitas memancing ikan menggunakan KM Aska 5 GT di sekitar Perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia Selat Malaka. Tiba-tiba datang petugas Patroli Laut APMM Malaysia menghadang mereka dan memukul bagian leher salah seorang nakhoda KM Aska," terangnya.

Tidak hanya itu, lanjut Adhan, petugas patroli laut Malaysia juga memukul ABK KM Aska dan menyerahkan hasil tangkapan nelayan KM Aska ke petugas patroli Malaysia.

"Setelah itu, petugas APMM mengambil logistik dan 2 tong milik nelayan KM Aska kemudian memerintahkan mereka pulang.

Kasus ini sudah kita tindaklanjutkan karena kalau tidak nelayan kita takut untuk melaut dan trauma bila menangkap ikan di perairan Selat Malaka, " tutup Adhan. (cbap)

Teks Foto : Ketua DPW PNTI Sumut Adhan Nur dan Petugas PSDKP Belawan saat berada di gudang ikan Pangkalanbrandan, kemarin. Waspada.id/ist

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement