Breaking News
Memuat breaking news...

Obat Kadaluarsa Bertumpuk Di Komplek Kantor Dinkes Samosir

Redaksi
Redaksi
Kamis, 8 Februari 2024 - 10.34 AM WIB
Obat Kadaluarsa Bertumpuk Di Komplek Kantor Dinkes Samosir
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SAMOSIR (Waspada): Tumpukan obat-obatan yang diduga sudah kadaluarsa tampak di belakang Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Samosir. Keberadaan obat-obatan kadaluarsa tersebut dibiarkan semrawut.

Mendapat informasi dari sejumlah awak media, Kanit Tipiter Polres Samosir, Ipda Janoslan Sinaga langsung mendatangi lokasi tersebut dan mengambil beberapa barang bukti. "Kita sudah panggil Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Samosir, dr Buha Purba untuk konfirmasi. Namun Kepala Dinas belum kita panggil untuk proses selanjutnya," kata Sinaga, Rabu (7/2).

Sebelumnya, Kabid Pelayanan Dinkes Samosir, dr Buha Purba ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan, obat-obatan tersebut kondisinya sudah expired (kadaluarsa). "Tidak ada yg bekas pakai, masalah peletakan itu hanya bersifat sementara menunggu gedung selesai. Jadi sekarang posisi barangnya sudah digedung yang baru sesuai dengan Permenkes. Dan inilah materi pemeriksaan kami di Polres dan masih diproses," kata Buha.

Terpisah, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan, dr Dina Hutapea mengatakan, obat yang sudah kadaluarsa itu ditarik dari Puskesmas yang ada di Kab.Samosir dan juga dari Dinas Kesehatan. "Itu obat expired dari Puskesmas dan juga dari Dinas Kesehatan. Hal ini sedang diproses oleh pihak kepolisian," kata Dina.

Terkait pemusnahan, tambahnya, pihak Dinkes Samosir harus berkontrak dengan pihak ketiga secara e-katalog. "Merekalah yang mengangkut dan memusnahkan obat-obatan itu, tapi sesuai keuangan yang ada," katanya.(cvs/a08)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement