Breaking News
Memuat breaking news...

Olah Ikan Red Devil Jadi Kerupuk Dan Bakso, Pemkab Toba Siapkan Bantuan

Redaksi
Redaksi
Selasa, 24 Mei 2022 - 9.06 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TOBA (Waspada) : Ikan red devil atau iblis merah yang masuk jenis predator di Danau Toba yang populasinya banyak, ternyata bisa diolah menjadi kerupuk atau bakso.

Di tangan Irvandy Mokodompit alias Pak Fano (31), warga Desa Sigaol Barat, Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatra Utara, ikan yang populer disebut masyarakat dengan nama tayotayo ini, diolah menjadi cemilan kerupuk renyah dan bakso.

Kepada Plt.Kadis Perindustrian Perdagangan Koperasi (Perindagkop) Kabupaten Toba, Salomo Simanjuntak, Camat Uluan, Henry Butarbutar, Ketua TP-PKK Kecamatan Uluan, Plt. Kadis Kominfo, Sesmon T.B Butarbutar, dan pejabat terkait lainnya, yang berkunjung ke tempatnya, Selasa (24 /5).

Irvandy menerangkan proses pengolahan dari awal, mengelupas daging ikan yang sebelumnya direbus, menggiling, mencampur dengan bumbu, menjadi ulen hingga mengeringkan. Setelah itu baru dipotong-potong tipis baru digoreng jadi kerupuk ikan renyah. Kalau mau dijadikan bakso, bahan ulen dibentuk seperti bola pingpong lalu dikukus.

Berdasarkan penuturan Irvandy, pengolahan ikan ini sudah dilakoninya sejak tahun 2021 lalu dengan memakai peralatan sederhana dan manual.

"Apa yang diperlukan untuk kelancaran pengolahan ikan tayo tayo ini?" tanya Salomo Simanjuntak.

Ia pun menjawab, kendalanya ada di peralatan. Irvandy membutuhkan mesin penggiling dan bahan pengemasan yang standar.

Salomo Simanjuntak juga menawarkan bantuan pemerintah diantaranya pelatihan, studi banding, mengurus izin industri rumah tangga (IRT) hingga nantinya mendapatkan label halal. Hal ini bertujuan agar pemasaran semakin luas dan tentunya meningkatkan penghasilan rumah tangga.

Disarankan juga kepada Irvandy yang juga memiliki usaha cafe di tempat wisata Danau Toba di Desa Siregar Aek Nalas, agar mengajak warga lainnya untuk ikut mengolah dan berusaha keripik ikan tayo tayo. (rg)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement