Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Operasi Patuh Seulawah, Polantas Pidie Utamakan Misi Kemanusiaan

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 7 November 2026 - 2.50 PM WIB
Operasi Patuh Seulawah, Polantas Pidie Utamakan Misi Kemanusiaan
Personel Satlantas Polres Pidie mengawal ambulans demi mempercepat perjalanan pasien rujukan menuju rumah sakit. Waspada.id/Muhammad Riza
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

SIGLI (Waspada.id): Di balik penegakan disiplin berlalu lintas melalui Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Polres Pidie memperlihatkan sisi lain pengabdian kepolisian.

Melalui pengawalan ambulans dan pasien rujukan, personel Polantas turut mengambil bagian dalam misi kemanusiaan demi mempercepat akses masyarakat menuju pelayanan kesehatan.

Pengawalan menggunakan kendaraan Patroli dan Pengawalan (Patwal) tersebut menjadi gambaran bahwa tugas polisi lalu lintas tidak hanya berkutat pada pengaturan kendaraan, pemeriksaan kelengkapan surat, maupun penindakan pelanggaran. Lebih dari itu, kehadiran Polantas juga dibutuhkan ketika masyarakat menghadapi situasi darurat yang memerlukan pertolongan segera.

Ketika waktu menjadi begitu berharga, setiap menit perjalanan memiliki arti. Ada pasien yang membutuhkan penanganan medis, keluarga yang diliputi kecemasan, serta harapan agar orang yang mereka cintai segera mendapatkan pertolongan.

Kasatlantas Polres Pidie, Iptu Nasril Rachmad, S.E., M.H., mengatakan keselamatan dan kemanusiaan merupakan prioritas dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Bagi kami, keselamatan dan kemanusiaan adalah prioritas. Kehadiran Polantas bukan hanya untuk mengatur lalu lintas, tetapi juga membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam situasi darurat yang memerlukan penanganan segera,” ujarnya.

Menurutnya, pengawalan pasien rujukan merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat. Melalui pengawalan tersebut, diharapkan perjalanan menuju rumah sakit dapat berlangsung lebih lancar sehingga pasien memperoleh penanganan medis sesegera mungkin.

Operasi Patuh Seulawah, Polantas Pidie Utamakan Misi Kemanusiaan

Mobil Patwal Satlantas Polres Pidie mengawal perjalanan ambulans sebagai wujud pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat. Waspada.id/Muhammad Riza

Kepedulian tersebut sejalan dengan pelaksanaan Operasi Patuh Seulawah 2026 yang digelar Polres Pidie selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Operasi yang dipimpin Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., itu bertujuan meningkatkan disiplin, kesadaran, dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya.

Dalam pelaksanaannya, Satlantas Polres Pidie mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif, disertai penegakan hukum melalui sistem tilang elektronik (ETLE) maupun penindakan secara humanis.

Masyarakat juga diimbau melengkapi dokumen kendaraan, menggunakan helm berstandar SNI, tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara, serta mematuhi rambu dan aturan lalu lintas.

Namun, ada pesan penting yang perlu ditangkap dari pelaksanaan operasi tersebut. Ketegasan dalam menegakkan aturan harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap sesama.

Polantas yang baik bukan hanya hadir ketika pelanggaran terjadi, melainkan juga ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Sebab, jalan raya bukan semata ruang perlintasan kendaraan, melainkan ruang kehidupan tempat keselamatan manusia harus menjadi pertimbangan utama.

Pengawalan pasien rujukan menjadi gambaran bahwa pelayanan publik tidak selalu harus diwujudkan melalui tindakan besar. Terkadang, membuka jalan bagi kendaraan yang membawa pasien justru menjadi tindakan yang sangat berarti bagi kehidupan seseorang.

Polantas mungkin tidak dapat menjanjikan kesembuhan. Namun, dengan membantu memperlancar perjalanan menuju rumah sakit, mereka telah mengambil bagian dalam upaya menghadirkan pertolongan.

Pada akhirnya, keberhasilan pelayanan kepolisian bukan hanya diukur dari seberapa banyak pelanggaran yang ditindak, melainkan juga dari seberapa besar masyarakat merasakan perlindungan, kepedulian, dan kehadiran polisi ketika membutuhkan bantuan.(id69)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement