Breaking News
Memuat breaking news...

Orangtua Bayi Kembar Dempet Masih Kesulitan Cari Pendonor ASI

Redaksi
Redaksi
Selasa, 14 Maret 2023 - 2.51 PM WIB
Orangtua Bayi Kembar Dempet Masih Kesulitan Cari Pendonor ASI
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Orangtua bayi kembar Siam asal Batubara Hasan dan Husin yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUPHAM) masih kesulitan mencari pendonor untuk ASI kedua buah hatinya.

Sang ayah, Heri Wahyudi (30) mengaku, jikapun ada yang mendonorkan, dia harus menjemputnya jauh dari lokasi rumah sakit.

"Kemarin saya cari sendiri melalui Facebook. Jadi ada yang donor saya ambil," ungkapnya kepadanya wartawan, kemarin.

Hingga saat ini, jelas dia, belum ada pendonor yang tergerak hatinya untuk datang memberikan ASI nya ke rumah sakit. Padahal, jika harus menjemput ASI, Heri harus mengeluarkan biaya untuk transportasi, sementara dia tidak memiliki banyak biaya, mengingat telah tiga bulan di RSUPHAM sejak istrinya dirawat hingga melahirkan.

"Stok ASI di rumah sakit memang masih ada, tapi ini masih harus dicari," jelasnya.

Selain kekurangan ASI, Heri menyebutkan, kedua anaknya juga membutuhkan bantuan tisu dan pampers. Karena untuk makan ia sehari-hari di rumah sakit, Heri mengaku sudah mendapatkan bantuan dari Kemensos bantuan.

"Tisu dan pampers ini dia memang boros sekali," ucapnya.

Sementara itu, untuk kondisi kedua bayinya, sejak lahir sekitar sebulan yang lalu hingga kini masih tetap harus bergantung dengan alat bantu nafas 100% karena kondisinya belum stabil.

Begitu juga, untuk rencana pemisahan, hingga kini, belum ada kepastian dari tim dokter kapan akan dilakukan.

"Sejauh ini pembahasan tentang pemisahan belum ada. Karena dia harus distabilkan dulu, apalagi lahir kurang bulan, sudah gitu ada masalah di jantung dan paru," ujarnya.

"Harapan saya, anak saya dapat lekas sehat agar saya bisa balik bekerja lagi. Karena nggak mungkin mengharapkan bantuan orang saja," pungkasnya.

Terpisah, Sub Koordinator Hukum, Organisasi dan Humas RSUPHAM, Rosario Dorothy Simanjuntak menyebutkan, jika masalah ASI pada bayi kembar siam dempet dada hingga perut tersebut saat ini memang sehari-harinya masih harus dipenuhi oleh ayahnya dengan mencari pendonor.

Sebab, bayi tersebut setelah diberikan susu formula ternyata tidak cocok.

"Jadi hal ini cukup mendesak. Semoga ada yang bisa mendonorkan ASI nya untuk bayi kembar siam ini," tandasnya. (Cbud).

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement