Breaking News
Memuat breaking news...

P. Siantar Dan Labuhanbatu Kota Serta Kabupaten Deflasi Bulanan Terbaik

Redaksi
Redaksi
Rabu, 3 Juli 2024 - 8.37 AM WIB
P. Siantar Dan Labuhanbatu Kota Serta Kabupaten Deflasi Bulanan Terbaik
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Pematangsiantar dan Labuhanbatu menjadi kota serta kabupaten Indeks Harga Konsumen (IHK) dengan capaian tingkat deflasi bulanan terbaik ke-1 dan ke-2 kabupaten dan kota di Sumut periode Juni 2024.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar Muqorobin menyampaikan informasi perkembangan inflasi di wilayah kerja KPw BI periode Juni 2024 secara tertulis, Selasa (2/7).

Menurut Muqorobin, Pematangsiantar mengalami deflasi -0,55 persen (mtm), 2,89 persen (yoy) dan 1,68 persen (ytd), Labuhanbatu deflasi -1,91 persen (mtm), 3,18 persen (yoy) dan 2,44 persen (ytd), Sumut deflasi -0,33 persen (mtm), 3,35 persen (yoy) dan 1,65 persen (ytd) serta nasional deflasi -0,08 persen (mtm), 2,51 persen (yoy) dan 1,07 persen (ytd).

Komoditas dengan andil deflasi terbesar Pematangsiantar yakni daging ayam ras -0,30 persen (mtm), bawang merah -0,17 persen (mtm), tomat -0,16 persen (mtm), sawi hijau -0,06 persen (mtm) dan kangkung -0,04 persen (mtm).

Sedang komoditas dengan andil inflasi terbesar Pematangsiantar terdiri ikan dencis 0,04 persen (mtm), emas perhiasan 0,03 persen (mtm), wortel 0,03 persen (mtm), cabai rawit 0,02 persen (mtm) dan bakso siap santap 0,02 persen (mtm).

Sementara, komoditas dengan andil deflasi terbesar Labuhanbatu yakni bawang merah -0,40 persen (mtm), daging ayam ras -0,18 persen (mtm), tomat -0,12 persen (mtm), minyak goreng -0,10 persen (mtm) dan jeruk -0,10 persen (mtm).

Sedang komoditas dengan andil inflasi terbesar Labuhanbatu terdiri cabai merah 0,09 persen (mtm), cabai rawit 0,06 persen, kol putih/kubis 0,05 persen (mtm), sabun deterjen bubuk 0,04 persen dan cabai hijau 0,03 persen (mtm).

Menurut Muqorobin, terjadinya deflasi khususnya pada penurunan harga daging ayam ras dan bawang merah dan penyebabnya faktor meningkatkan stok khususnya panen bawang merah.

“Di sisi lain, peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) semakin matang dengan mampu mempersiapkan kemungkinan kenaikan harga pada masa libur sekolah dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Idul Adha dengan mengadakan kegiatan pasar murah, rapat kordinasi dan High Level Meeting (HLM) serta gerakan tanam,” imbuh Muqorobin.

Sementara, kenaikan harga cabai merah masih terjadi selama tiga bulan berturut-turut, dimana harga berfluktuasi mengikuti kondisi pasokan penen cabai yang semakin berkurang menjelang berakhirnya masa panen.(a28)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement