Breaking News
Memuat breaking news...

Panas Landa Kota Medan, Pekerja Manfaatkan Kafe Untuk Tetap Produktif Bekerja

Redaksi
Redaksi
Rabu, 17 Mei 2023 - 5.28 PM WIB
Panas Landa Kota Medan, Pekerja Manfaatkan Kafe Untuk Tetap Produktif Bekerja
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Belakangan ini cuaca panas melanda kota Medan dan sekitarnya. Hal ini menimbulkan ketidaknyaman terutama bagi pekerja lapangan. Sehingga saat ini sejumlah kafe di Medan dipenuhi pekerja untuk tetap produktif dan terhindar dari cuaca panas.

Salah seorang pekerja lapangan, Ryan mengaku terpaksa harus menyelesaikan pekerjaannya di kafe karena tidak tahan berlama-lama diluar ruangan karena teriknya cuaca yang menyebabkan dirinya tidak nyaman.

"Panas kali, kalau kerja di kafe ini lebih nyaman. Tidak tahan saya kalau harus dilapangan terus. Memang cuaca kita ini 33-34 Derajat Celcius tapi kayak 40 Derajat celcius," ungkap Ryan.

Karyawan kafe di Jalan Cut Mutia, Rafli mengaku memang sejak cuaca panas pengunjung kafe mengalami peningkatan. Katanya peningkatan pengunjung hingga 30 persen dari biasanya.

"Naik pengunjung kami, rata-rata pekerja. Naiknya hingga 30 persen, omset kami juga ikutan naik karena para pekerja pada haus dan memesan minuman tidak cukup hanya 1 kali," jelasnya.

Sementara itu, sebelumnya, Kadis Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit menyampaikan untuk tetap sehat di musim panas ini, disarankannya agar banyak mengkonsumsi air putih dan hindari keluar rumah jika tidak ada kepentingan. Kalaupun harus keluar rumah sebaiknya menggunakan sunblock atau pelindung kulit. Katanya panas ini juga cukup berbahaya jika seseorang dehidrasi. Bisa menjadi penyebab Heatstroke atau pingsan tiba-tiba dan menyebabkan kematian. (Cbud)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement