Breaking News
Memuat breaking news...

Pancaroba, IDI Imbau Masyarakat Jaga Daya Tahan Tubuh

Redaksi
Redaksi
Selasa, 8 November 2022 - 1.45 PM WIB
Pancaroba, IDI Imbau Masyarakat Jaga Daya Tahan Tubuh
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Musim pancaroba mengakibatkan daya tahan tubuh melemah, sehingga tak jarang menyebabkan sakit. Penyakit yang kerap dialami saat pergantian musim yakni batuk dan pilek.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kota Medan, Ery Suhaymi (foto) mengatakan peralihan musim seperti ini umum terjadi setiap tahunnya dan secara otomatis. Hal ini pun akan berpengaruh terhadap reaksi tubuh.

"Tubuh akan berusaha keras untuk beradaptasi dengan temperatur sekitarnya. Di saat itulah daya tahan pun menjadi berkurang dan tubuh menjadi sakit," katanya, Selasa (8/11/2022).

Dikatakannya, perubahan suhu yang ekstrem membuat lingkungan jadi lebih kondusif untuk mikroorganisme yang menjadi penyebab penyakit, di sisi lain makhluk hidup juga lebih rentan untuk terinfeksi saat pancaroba terjadi.

"Musim seperti ini banyak flu, penyakit-penyakit virus juga banyak menyerang," katanya.

Dikatakannya, dengan sistem kekebalan tubuh membutuhkan makanan yang baik untuk melawan musim yang tak menentu. Oleh karena itu, dianjurkan makan makanan bergizi seimbang, ini sangat membantu untuk menjaga daya tahan tubuh.

"Selain makan makanan bergizi, kita juga harus menjaga konsumsi cairan harian. Jangan sampai kurang cairan karena akan membuat tubuh rentan mengalami dehidrasi. Tetap minum sebanyak delapan gelas setiap hari," ujarnya.

Selain itu, dengan konsumsi air, istirahat yang cukup juga bisa menjauhkan keluarga dari penyakit di musim pancaroba, nutrisi harus diperhatikan.

"Nah, supaya nggak sakit di musim pancaroba, kita juga harus memastikan keluarga selalu mendapatkan asupan makanan yang sehat dan bernutrisi," tandasnya. (Cbud)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement