Breaking News
Memuat breaking news...

Panda Bond Perdana, Pemerintah Kantongi Rp18,5 Triliun

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 25 Juli 2026 - 7.35 AM WIB
Panda Bond Perdana, Pemerintah Kantongi Rp18,5 Triliun
Foto ilustrasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Pemerintah Indonesia sukses menghimpun dana sebesar 7 miliar yuan atau setara Rp18,5 triliun melalui penerbitan perdana Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi yuan China atau Panda Bond. Langkah ini menjadi tonggak baru dalam strategi pembiayaan negara sekaligus mencerminkan tingginya kepercayaan investor China terhadap perekonomian Indonesia.

Penerbitan yang dilakukan melalui Direktorat Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan tersebut terdiri atas dua seri, yakni RICNY0729 bertenor tiga tahun senilai 5,6 miliar yuan dengan kupon 1,90 persen dan jatuh tempo pada 30 Juli 2029.

Sementara itu, seri RICNY0731 memiliki tenor lima tahun dengan nilai penerbitan 1,4 miliar yuan, menawarkan kupon 2,19 persen dan akan jatuh tempo pada 30 Juli 2031.

Kedua seri memiliki tanggal penetapan harga (pricing) pada 23 Juli 2026 dan dijadwalkan melakukan penyelesaian transaksi (settlement) pada 30 Juli 2026 atau T+5.

"Dengan mengoptimalkan momentum positif di pasar obligasi domestik Tiongkok, Pemerintah melaksanakan penerbitan perdana Panda Bonds pada tanggal 23 Juli 2026," tulis keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (25/7).

Minat investor terhadap instrumen ini sangat tinggi. Total permintaan (peak orderbook) mencapai sekitar 17 miliar yuan atau setara 2,4 kali dari nilai penerbitan (bid-to-cover ratio), sehingga pemerintah mampu memperoleh biaya pendanaan yang lebih efisien melalui tingkat imbal hasil (yield) yang kompetitif.

"Tingginya order book dan pricing yang kompetitif mencerminkan kuatnya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi dan kredibilitas pengelolaan fiskal Indonesia, komunikasi yang efektif dengan investor di China, serta pemanfaatan momentum pasar yang tepat," tulis keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan.

Dana hasil penerbitan Panda Bond ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN Tahun Anggaran 2026.

Dalam penerbitan perdana tersebut, Panda Bond Indonesia memperoleh peringkat AAA (Stable) dari China Lianhe Credit Rating Co., Ltd., menandakan kualitas kredit yang sangat baik di pasar domestik China.

Bank of China Limited bertindak sebagai Lead Underwriter dan Lead Bookrunner. Sementara China International Capital Corporation Limited, CITIC Securities Co., Ltd., DBS Bank (China) Limited, serta Industrial and Commercial Bank of China Limited menjadi Joint Lead Underwriters dan Joint Bookrunners.

Adapun Agricultural Bank of China Limited, China Construction Bank Corporation, dan The Export-Import Bank of China berperan sebagai Co-Managers dalam transaksi tersebut. (cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement