Breaking News
Memuat breaking news...

Pansus Haji Sarat Muatan Politis Padahal Pelaksanaan Lebih Baik

Redaksi
Redaksi
Kamis, 25 Juli 2024 - 5.22 PM WIB
Pansus Haji Sarat Muatan Politis Padahal Pelaksanaan Lebih Baik
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN(Waspada): Pantia Khusus (Pansus) Haji DPR RI harus mampu membongkar keterlibatan segenap leding sektor (sektor unggulan) dalam penyelenggaraan haji tahun 2024. Sebab pelaksanaan haji memang lebih baik dari sebelumnya.

Demikian disampaikan,Khalifah H Syahrial Ams SH MHum, Pembina Yayasan Pondok Pesantren Ulumul Quran, Stabat-Sumatera Utara kepada sejumlah wartawan Rabu(24/7).

Kata dia, kondisi penyelenggaraan haji Indonesia beberapa tahun belakangan jauh lebih baik.
“Saya pertama berhaji tahun 1980, dibandingkan dengan sekarang sangat jauh lebih bagus,” katanya.

Syahrial Ams mengungkap kenangannya dengan kondisi di Arafah maupun Mina saat itu. “Tongkrongan buang air besar masih harus bertengger di atas kayu. Bayangkanlah itu,” sebutnya.
Menurutnya, penyelenggaraan haji, melibatkan peranan banyak kementerian menjadi sektor unggulan.

“Jadi jangan sampai Pansus yang menurut hemat saya lebih kepada muatan politis itu hanya mengorek-ngorek dosa orang tertentu,” tegasnya.

Karenanya, dia berharap, dalam pansus ini, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Men saatnya membuka semua keterlibatan dalam pranan para leading sektor.

Memang, lanjut Syahrial Ams, selama ini belum ada Menteri Agama yang berkenan membuka keterlibatan pihak yang menjadi biang carut-marut .

“Gus Men, harus berani, termasuk mengungkap alokasi quota tambahan 20 ribu jamaah pada musim haji 2024 oleh Kerajaan Arab Saudi itu,” katanya.

Terkait layanan bagi jamaah di Arafah, Musdalifah dan Mina (Armuzna) yang menjadi salah satu sorotan Pansus Haji, hematnya hanya mencari-cari kesalahan saja.

Tentang sorotan over capacity pansus di Armuzna, menurut Syahrial Ams, itu persoalan usang karena area di tiga tempat itu memang tidak mungkin dilakukan perluasan dan kondisi itu menjadi ranahnya Pemerintah Arab Saudi, bukan urusan Menteri Agama.

Justru, lanjut Syahrial, dengan kebijakan murur terhadap 50 ribu lebih jamaah hal yang patut diacungkan jempol buat Gus Men dalam mengatasi kepadatan jamaah khususnya di Muszdalifah.

Syahrial menambahkan, Pansus Haji harus positif untuk perbaikan pelayanan, bukan kepentingan bermuatan politis, apalagi jika sampai hanya untuk mendiskreditkan Kemenag.(m22)

Waspada/ist
Khalifah H Syahrial Ams SH MHum, Pembina Yayasan Pondok Pesantren Ulumul Quran, Stabat-Sumatera Utara.

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement