Breaking News
Memuat breaking news...

Pantai Lancok Terus Digerus Abrasi, Kawasan Wisata Terancam

Redaksi
Redaksi
Rabu, 4 Oktober 2023 - 3.57 PM WIB
Pantai Lancok Terus Digerus Abrasi, Kawasan Wisata Terancam
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

LHOKSUKON (Waspada): Sekitar tiga kilomater pantai Lancok di Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara mengalami abrasi. Kawasan wisata tersebut akan terus digerus abrasi bila tidak segera ditangani.

Panglima Laot Aceh Utara Hamdani Yacob kepada Waspada, Rabu (4/10) mengatakan, kondisi tersebut sudah lama terjadi. Namun akibat belum mendapat penanganan serius, sehingga abrasi tersebut terus terjadi. Pantai Lancok yang berada di perbatasan Kabupaten Aceh Utara dengan Pemko Lhokseumawe tersebut, merupakan salah satu lokasi wisata. Setiap hari libur lokasi itu dipenuhi wisatawan lokal, dari Aceh Utara dan daerah sekitarnya.

Abrasi Pantai Lancok terjadi ketika kondisi laut pasang. Akibat belum dibangun penahan ombak di sana, ombak laut langsung menghantam lahan warga. Sejumlah bangunan kios pedagang terpaksa dipindahkan. Sementara lahan kebun warga juga telah terkikis.

Hamdani menyebutkan, masyarakat sekitarnya telah mengusulkan ke pemerintah untuk menangani masalah abrasi Pantai Lancok, namun berlum terealisasi. Mereka sangat mengharapkan pengikisan pantai segera teratasi. "Upaya dan usaha sudah kita sampaikan ke tingkat pusat (pemerintah pusat-red) tapi belum ada respon," jelas Hamdani.

Dia juga menambahkan, solusi terbaik mencegah meluasnya pengikisan pantai, melalui pembangunan pemecah ombak. Sedangkan,penanaman mangrove dinilai tidak sesuai karena mudah dirusak hewan. "Solusi yang cocok membangun batu pemecah ombak, kalo mangrove tidak aman karena banyak hewan yang lepas," jelasnya.(b08)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement