Pasar Modal Punya Peran Strategis Sumber Pembiayaan SwastaPasar Modal Punya Peran Strategis Sumber Pembiayaan Swasta

JAKARTA (Waspada.id): Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menilai, pasar modal punya peran strategis sebagai sumber pembiayaan swasta. Karena pasar modal merupakan jembatan penghubung antara kebutuhan pembiayaan korporasi dengan dana masyarakat.
"Pasar modal adalah sumber pembiayaan yang efisien, transparan dan berkeadilan," ujar Juda saat memperingati Pasar Modal Indonesia di usia 49 tahun sejak diaktifkan kembali pada 10 Agustus 1977 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/8/2026).
Selain itu, sambungnya, pemerintah juga menilai pasar modal tidak hanya berfungsi sebagai tempat penghimpunan dana, tetapi juga menjadi salah satu katalis pertumbuhan ekonomi nasional. Saat ini perkembangan pasar modal Indonesia masih menunjukkan kinerja positif di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika pasar keuangan.
Juda mengungkapkan, penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai lebih dari Rp 125 triliun sepanjang semester I-2026. Jumlah investor pasar modal juga terus bertambah dan telah mencapai sekitar 28 juta investor.
"Di tengah berbagai tantangan global pasar modal kita telah menunjukkan perkembangan yang cukup baik walaupun ada up and down akhir-akhir ini. Lebih dari Rp 125 triliun telah berhasil dihimpun selama semester satu 2026 dengan jumlah investor pasar modal telah mencapai 28 juta investor," tuturnya
Tembus 30,27 Juta SID
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyampaikan, perkembangan jumlah investor pasar modal Indonesia bahkan telah menembus 30,27 juta Single Investor Identification (SID).
"Pertumbuhan SID sudah melewati angka 30,27 juta SID di pasar modal Indonesia. Ini menarik karena dalam waktu 8 bulan, belum habis hari di bulan Agustus ini, sudah tumbuh hampir 50 persen SID baru di pasar modal Indonesia," ucap Friderica yang biasa di sapa Kiki.
Menurut Kiki, peningkatan jumlah investor bukan hanya mencerminkan pertumbuhan secara kuantitatif. Lebih dari itu, angka tersebut menunjukkan adanya kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia.
"Tentu angka ini mencerminkan tidak hanya sekadar angka, tidak hanya sekadar pertumbuhan jumlah investor, tetapi makna di balik itu bahwa ada trust, ada confidence, ada harapan masyarakat Indonesia terhadap pasar modal Indonesia," ungkap Kiki.
Dia menegaskas, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) meminta Pasar Modal agar terus menjaga integritas industri. Hal tersebut penting untuk mempertahankan kepercayaan investor yang terus meningkat.
"Terlihat dari sisi penghimpunan dana, pasar modal telah menghimpun lebih dari Rp123 triliun sejak awal 2026. Aktivitas tersebut berasal dari 135 penawaran umum, dengan jumlah perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga telah mencapai 962 emiten," jelas Kiki. (Id88)
































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda